KUDUS, KaifaNews — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Syawalan dan Silaturahmi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang digelar di Gedung Crystal Building Kudus.
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan kampus.
Acara yang masih dalam rangkaian perayaan Idulfitri 1447 Hijriah tersebut dihadiri jajaran Badan Pembina Harian (BPH), dosen, tenaga kependidikan, hingga keluarga besar pegawai.
Mereka tampak larut dalam suasana akrab, saling bersalaman, bermaafan, serta berbincang santai dalam nuansa kekeluargaan.
Rektor Edy Soesanto menyampaikan apresiasi atas kebersamaan seluruh civitas akademika yang selama ini berkontribusi dalam perkembangan kampus. Ia menilai sinergi yang terbangun menjadi modal penting untuk semakin maju.
“Terima kasih kepada keluarga besar yang selama ini bersama-sama memajukan universitas ini menjadi lebih baik. Kami berharap sinergitas ini berjalan terus,” ujarnya pada Rabu 1 April 2026.
Ia menjelaskan, tradisi Syawalan di lingkungan Muhammadiyah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang memperkuat ukhuwah sekaligus mempererat tali silaturahmi setelah menjalani ibadah Ramadan.
Menurutnya, nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan Ramadan semestinya terus dijaga dan bahkan ditingkatkan pada bulan Syawal. Momentum tersebut, kata dia, harus dimanfaatkan untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun institusi pendidikan.
“Karena kita satu kesatuan, keluarga besar. Jadi mari saling mengingatkan dan saling membantu agar jadi lebih baik. Semoga apa yang kita lakukan selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT,” jelasnya.
Setelah sambutan rektor, Ketua BPH Dodok Sartono memberikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta memperkuat sikap saling memaafkan sebagai bagian dari nilai keislaman.
Ia mengingatkan bahwa bulan Syawal merupakan waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan antarsesama sekaligus memperkuat persaudaraan dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tradisi saling bersalaman dan bermaafan antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga besar yang hadir dalam acara tersebut.
“Momentum Syawal harus kita jadikan penguat silaturahmi dan saling memaafkan agar kebersamaan ini terus terjaga,” tandasnya. (*)








