SEMARANG, Kaifanews – Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Jawa Tengah sejak Jumat malam mengakibatkan jalur kereta api lintas utara (Pantura) terputus total pada Sabtu (17/1) dini hari. Genangan air setinggi 10 sentimeter di atas kepala rel terpantau merendam jalur antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, sehingga tidak aman untuk dilalui armada kereta api. Akibat peristiwa ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang terpaksa melakukan pengalihan rute (memutar) melalui jalur selatan bagi seluruh perjalanan KA dari arah Semarang menuju Jakarta maupun sebaliknya.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengonfirmasi bahwa penutupan jalur dilakukan mulai pukul 02.30 WIB setelah koordinasi teknis di lapangan menunjukkan risiko keselamatan yang tinggi bagi operasional kereta. Jalur yang terendam merupakan urat nadi transportasi utama yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa Tengah dengan ibu kota.
“Pantauan tim teknis kami di lapangan menunjukkan ketinggian air sudah melebihi batas aman operasional, yakni 10 cm di atas kop rel. Demi keselamatan penumpang, perjalanan KA dari arah timur (Semarang/Surabaya) tujuan Jakarta dialihkan memutar melalui Tegal – Prupuk – Kroya – Purwokerto, baru kemudian menuju Cirebon,” jelas Luqman Arif.
Pengalihan rute ini berdampak signifikan pada durasi perjalanan. Rata-rata kereta api mengalami keterlambatan antara 3 hingga 5 jam dari jadwal normal karena harus menempuh jarak yang lebih jauh dan menyesuaikan antrean di jalur selatan yang kini menjadi lebih padat.
“Perjalanan sejumlah KA dari arah barat memutar melalui rute Tegal-Prupuk-Kroya-Solobalapan-Gundih-Gambringan dan Semarang Tawang,” katanya.
Beberapa perjalanan KA yang berputar rute perjalanannya antara lain:
- KA 30F (Argo Anjasmoro)
- KA 92 (Jayabaya)
- KA 96 (Harina)
Selain itu, perjalanan sejumlah KA dari Stasiun Semarang juga terpaksa dibatalkan akibat bencana alam tersebut. Perjalanan KA yang dibatalkan keberangkatannya antara lain:
- KA 216 (Kaligung) rute Brebes-Semarang Poncol
- KA 217 (Kaligung) rute Semarang Poncol-Cirebon Prujakan
- KA 23 (Argo Merbabu) rute Semarang Tawang-Gambir
- KA 24 (Argo Merbabu) rute Gambir-Semarang Tawang
- KA 218 (Kaligung) rute Cirebon Prujakan-Semarang Poncol
- KA 213 (Kaligung) rute Semarang Poncol-Brebes
- KA 92 (Jayabaya) hanya lintas Tegal-Surabaya Pasarturi
- KA 96 (Harina) hanya lintas Tegal-Surabaya Pasarturi
- KA 30F (Argo Anjasmoro) hanya lintas Tegal-Surabaya Pasarturi
Hingga berita ini diturunkan, PT KAI Daop 4 terus menyiagakan alat material untuk siaga (AMUS) di sekitar lokasi banjir. Upaya penyedotan air menggunakan pompa besar di area stasiun dan jalur rel terus dilakukan, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca. Penumpang yang ingin membatalkan perjalanan akibat keterlambatan ini dipastikan mendapatkan pengembalian bea tiket 100 persen di loket stasiun sesuai aturan yang berlaku.








