KUDUS, Kaifanews – Suasana Pendapa Kabupaten Kudus tampak berbeda pada siang hari itu. Sejumlah perempuan lanjut usia, mayoritas janda dari Desa Cendono, Kecamatan Dawe, datang bersilaturahmi dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bagian dari pemenuhan nazar yang pernah diucapkan bertahun-tahun lalu.
Berbekal kendaraan sewa angkutan umum, rombongan tersebut dipimpin oleh Suharsono, Ketua RT 3 Desa Cendono. Ia mengungkapkan bahwa kedatangannya ke pendapa merupakan bentuk tanggung jawab atas janji yang pernah ia sampaikan kepada para janda dan lansia di wilayahnya.
“Saya datang ke sini untuk memenuhi nazar saya kepada ibu-ibu lansia, khususnya para janda RT 3, RT 4, RT 5, dan RT 6 Desa Cendono,” ujar Suharsono saat ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus pada Jumat (30/1/2026).
Ia bercerita, nazar tersebut bermula sejak tahun 2002, saat mendengar kabar bahwa Sam’ani Intakoris akan mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus. Kala itu, ia berjanji kepada para ibu-ibu di lingkungannya bahwa jika Sam’ani terpilih, ia akan mengajak mereka datang langsung ke pendapa.
“Waktu itu saya bilang ke ibu-ibu, kalau Pak Sam’ani jadi bupati, saya ajak ke pendapa. Alhamdulillah, dengan rida Allah, Pak Sam’ani jadi. Jadi hari ini saya mempertanggungjawabkan perkataan saya. Nazar itu harus dipenuhi,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan warga juga membawa berbagai hasil bumi sebagai bentuk ungkapan syukur dan kebersamaan. Suharsono menyebut, oleh-oleh yang dibawa merupakan inisiatif para ibu-ibu sendiri.
“Tadi bawa pisang, telo godang, jeruk pamelo, sama alpukat. Itu semua inisiatif ibu-ibu,” ucapnya.
Selain bersilaturahmi, Suharsono juga menyampaikan harapan besar kepada pemerintah daerah, khususnya terkait perhatian bagi para lansia dan janda di desanya.
“Saya sebagai Ketua RT 3 memohon dengan sangat dan merendahkan diri, agar para lansia dan janda ini bisa diperhatikan secara khusus. Yang belum dapat bantuan, semoga ke depan bisa mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut rombongan warga Desa Cendono dengan hangat. Ia bahkan mengajak para janda lansia tersebut berkeliling pendapa untuk melihat langsung berbagai ruangan yang ada.
“Bapak-Ibu, kalau mau berkunjung atau silaturahmi, kami persilakan. Mau berkeliling sampai tengah atau belakang, silakan dilihat-lihat. Kami sudah komitmen dengan Mbak Wakil Bupati Bellinda, pendapa ini milik rakyat,” kata Sam’ani.
Ia menegaskan bahwa Pendapa Kabupaten Kudus terbuka bagi masyarakat dan dapat dikunjungi dengan pengaturan jadwal melalui protokol.
“Semuanya boleh hadir di sini. Nanti dijadwal oleh protokol dan pimpinan. Terima kasih sudah hadir, namanya bupati dikunjungi rakyat itu alhamdulillah,” ujarnya.
Sam’ani juga mengapresiasi oleh-oleh yang dibawa warga, yang menurutnya mencerminkan kekhasan wilayah Dawe.
“Kami terima dengan senang hati. Ada telo godang sebagai makanan khas Dawe, karena di sana ada sentra gula tumbu. Ada pisang juga. Terima kasih, nanti kita nikmati bersama,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kudus juga menanggapi adanya keluhan warga terkait pelayanan publik di desa. Ia memastikan bahwa persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti.
“Nanti langsung kita evaluasi, mumpung awal tahun. Apakah perlu diperbaiki, diganti, atau perlu digedungkan. Nanti dari PMD dan camat yang mengevaluasi,” tegasnya.
Ia mengingatkan seluruh perangkat desa agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan sampai pelayanan menghambat masyarakat. Layani dengan sebaik-baiknya, karena kita ini pelayan. Urusan surat, keterangan, atau pelayanan lainnya, tolong dibantu dan dijelaskan dengan baik,” tandas Sam’ani.
Silaturahmi tersebut pun berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi simbol kedekatan antara pemimpin daerah dengan masyarakat kecil, sekaligus bukti bahwa janji dan harapan warga masih menemukan ruang di pendapa rakyat.








