KUDUS, Kaifanews – Pelayanan kesehatan di wilayah lereng Muria, Kabupaten Kudus, semakin diperkuat. Pemerintah Kabupaten Kudus meresmikan Puskesmas Pembantu (Pustu) Colo sekaligus meluncurkan dua inovasi layanan kesehatan, yakni SMECE (Screening Mediscan Face) dan Sibunda Komplit (Selamatkan Ibu dan Bayi dengan Layanan Komprehensif dan Terpadu), Jumat (9/1/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus berjalan cepat, tepat, dan akurat, dengan tetap mengedepankan sikap ramah agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat berobat.
“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan Puskesmas Pembantu Colo sekaligus meluncurkan inovasi SMECE dan Sibunda Komplit. Ini bagian dari upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya warga Colo dan sekitarnya,” ujar Sam’ani.
Bupati Kudus mengungkapkan, inovasi SMECE memungkinkan masyarakat melakukan skrining kesehatan secara cepat dengan hasil yang mendekati pemeriksaan laboratorium. Ia bahkan sempat mencoba langsung layanan tersebut.
“Tadi kami coba langsung. Hasilnya sangat mendekati kondisi medis sebenarnya. Detak jantung saya terbaca 72–73 per menit, itu artinya cukup akurat,” katanya.
Selain itu, peluncuran layanan Sibunda Komplit diharapkan mampu menekan risiko kematian ibu dan bayi melalui pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari pemeriksaan kehamilan, layanan persalinan, hingga kesehatan bayi dan anak.
“Sibunda Komplit ini menjadi langkah nyata untuk melayani ibu dan anak secara komprehensif, sehingga risiko kematian ibu dan bayi bisa kita kurangi,” lanjutnya.
Sam’ani juga menyinggung bahwa Kabupaten Kudus telah mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,4 persen, sehingga masyarakat diharapkan tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.
Tak hanya melayani warga setempat, Pustu Colo juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan kesehatan di kawasan wisata religi Muria, khususnya bagi para peziarah Makam Sunan Muria dan destinasi wisata lain di sekitarnya.
“Pustu Colo ini berada di kawasan wisata. Maka selain melayani warga, juga siap memberikan pelayanan kesehatan bagi para peziarah jika sewaktu-waktu membutuhkan,” jelas Sam’ani.
Ia pun meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan, puskesmas, dan tenaga medis untuk terus menjaga kualitas layanan, terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan dengan pendekatan humanis.
“Kami ingin pelayanan kesehatan di Kudus bukan hanya soal tindakan medis, tapi juga soal senyum, keramahan, dan kepedulian. Masyarakat harus merasa dilayani sepenuh hati,” tandasnya.








