KUDUS, Kaifanews – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari, Nasihul Umam, angkat bicara memberikan klarifikasi resmi terkait insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa SMA Negeri 2 Kudus, Kamis (29/1).
Menanggapi laporan adanya siswa yang jatuh sakit usai menyantap menu dari satuannya, Umam menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan telah melewati prosedur standar operasi (SOP) yang ketat. Meskipun demikian, pihak SPPG menyatakan komitmen penuh untuk kooperatif dalam investigasi laboratorium dan evaluasi menyeluruh demi mengungkap fakta di balik insiden medis massal tersebut.
Dalam keterangan resminya, Nasihul Umam menjelaskan bahwa SPPG Purwosari telah mengambil langkah cepat sesaat setelah laporan keluhan kesehatan siswa mencuat. Pihaknya langsung menjalin koordinasi intensif dengan manajemen sekolah, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dan pihak RSUD Dr. Loekmono Hadi guna memastikan para siswa terdampak mendapatkan perawatan prioritas.
Ia menjelaskan, seluruh proses pengolahan makanan di SPPG Purwosari telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pendistribusian. Meski demikian, pihaknya tetap terbuka dan kooperatif terhadap proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami mendukung penuh pemeriksaan sampel makanan dan evaluasi menyeluruh. Keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama kami,” tegas Nasihul Umam.
Pihak SPPG Purwosari saat ini telah menyerahkan sejumlah sampel makanan kepada instansi terkait untuk dilakukan uji laboratorium secara mendalam. Umam menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan para peserta didik merupakan prioritas tertinggi dalam operasional SPPG. Ia pun memastikan bahwa proses pemeriksaan ini akan didukung tanpa ada data yang ditutupi.
Sembari menunggu hasil resmi dari tim ahli, SPPG Purwosari menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah ini dan mendoakan kesembuhan bagi seluruh siswa yang menjalani perawatan. Internal SPPG juga dikabarkan tengah melakukan audit mandiri untuk memperketat titik-titik krusial dalam rantai pasokan makanan guna menutup celah risiko di masa depan.
Saat ini, status operasional penyediaan gizi bagi sekolah tersebut masih dalam pantauan ketat dinas terkait. Nasihul Umam berharap hasil laboratorium dapat segera keluar agar simpang siur penyebab kejadian ini segera mendapatkan jawaban pasti berdasarkan data sains.








