CISARUA, Kaifanews – Bencana tanah longsor dahsyat menerjang permukiman warga di Kampung Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/1) pagi, mengakibatkan sedikitnya enam orang meninggal dunia dan 83 lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Material pasir dan tanah dari tebing di atas permukiman meluncur deras menimbun puluhan rumah di tiga titik wilayah RT secara tiba-tiba tanpa sempat memberikan tanda peringatan. Hingga pukul 10.20 WIB, tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih berupaya keras menyisir timbunan material guna mencari puluhan warga yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Dampak kerusakan dilaporkan meluas di wilayah RT 05 RW 11, RT 01 RW 11, dan RT 01 RW 10 Desa Pasirlangu. Data sementara menunjukkan total warga terdampak mencapai 113 jiwa dari 34 kepala keluarga (KK).

Dari jumlah tersebut, 23 orang berhasil selamat, sementara 6 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 83 orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya serta dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Adapun korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi adalah:
1. Sunarya (Laki-laki)
2. Aah (Perempuan)
3. Nining (Perempuan)
4. Jajang Taryana (Laki-laki)
5. Rahmat (Laki-laki)
6. Enur (Perempuan)

Sejumlah korban selamat mengaku longsor terjadi sangat cepat, disertai suara gemuruh dari arah tebing pasir. Warga tidak sempat menyelamatkan harta benda dan hanya berusaha menyelamatkan diri.

Salah seorang korban selamat menceritakan detik-detik mencekam saat longsor terjadi. Menurut kesaksian warga, bencana ini datang disertai suara gemuruh yang menggelegar dari arah tebing pasir di belakang permukiman mereka.

“Semuanya terjadi mendadak, pasir dan tanah langsung turun menutup rumah,” ujar salah satu warga selamat kepada petugas di lokasi.

Saat ini, tim SAR gabungan bersama TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga setempat terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun material longsor.

Proses evakuasi dilakukan dengan alat manual dan alat berat, dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan karena kondisi tanah yang masih labil.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk menjauhi lokasi longsor dan tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat cuaca dan kondisi tanah di kawasan tersebut masih rawan.