KUDUS, Kaifanews — Keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus kian terasa dalam berbagai agenda dan kegiatan di daerah.
Hampir di setiap acara, deretan stan UMKM hadir meramaikan lokasi dengan beragam produk kebutuhan masyarakat, mulai dari makanan dan minuman, aneka camilan, hingga pernak-pernik dan kerajinan tangan dengan harga yang terjangkau.
Kehadiran para pelaku usaha lokal tersebut tidak hanya menjadi pelengkap acara, tetapi juga menjadi etalase promosi produk-produk unggulan Kudus. Masyarakat yang datang dapat langsung melihat, mencoba, sekaligus membeli hasil karya UMKM yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menilai UMKM Gallery Dekranasda memiliki peran strategis dalam pengembangan perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah.
“UMKM yang tergabung di Dekranasda ini merupakan bagian dari upaya pengembangan perekonomian masyarakat. Harapannya, melalui gelaran seperti ini, produk-produk mereka semakin dikenal luas,” ujar Endhah usai kegiatan Perkumpulan Sejahtera Srikandi Sehat (PSS) di Gedung A Kantor Sekda Kudus pada Rabu, (28/1/2025).
Menurutnya, ajang pameran UMKM bukan sekadar ruang berjualan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi para pelaku usaha.
“Dengan sering tampil di berbagai acara dan bertemu langsung dengan banyak pengunjung, para owner UMKM bisa mendapatkan masukan, baik dari konsumen maupun sesama pelaku usaha, untuk meningkatkan kualitas produknya,” jelasnya.
Endhah juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengembangan UMKM, termasuk pemanfaatan bahan-bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
“Ternyata ada limbah yang diolah kembali dan justru bisa menjadi produk bernilai, sekaligus menambah ekonomi keluarga. Ini yang perlu terus didorong,” tambahnya.
Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung datang dari Zumi Art Gallery, UMKM yang memanfaatkan sisa pengolahan limbah kayu jati.
Berbagai produk kerajinan kayu terpajang rapi, mulai dari gantungan kunci, hiasan dinding, puzzle edukatif, hingga mainan mobil-mobilan kayu.
Pemilik Zumi Art Gallery, Dewi Murniasih, mengatakan bahwa bahan baku yang digunakan berasal dari sisa potongan kayu jati yang sebelumnya tidak terpakai. Melalui sentuhan kreativitas, limbah tersebut diolah menjadi produk kerajinan bernilai jual.
“Kayu-kayu ini bukan kayu baru, melainkan sisa pengolahan yang kami manfaatkan kembali. Dari situ kami buat berbagai produk, seperti gantungan kunci, hiasan meja, puzzle edukatif, sampai mainan anak,” ungkap Dewi.
Ia menjelaskan, karya-karya yang dihasilkan mengusung nuansa etnik dan tradisional, sehingga memiliki ciri khas tersendiri. Produk-produk tersebut juga banyak diminati sebagai cinderamata atau buah tangan khas daerah.
“Selain ramah lingkungan, kami ingin produk ini punya nilai edukasi dan seni. Alhamdulillah, respon pengunjung cukup baik,” katanya.
Pihaknya mengatakan bahwa penjualan selain dilakukan secara online di rumah, juga dilapakkan di Galeri Dekranasda Kudus dan Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi.
TP PKK Kudus Jatuh Hati pada Kerajinan Limbah Kayu Jati Zumi Art Gallery, Dorong UMKM Lebih Naik Kelas
KUDUS, Kaifanews — Keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kudus kian terasa dalam berbagai agenda dan kegiatan di daerah.
Hampir di setiap acara, deretan stan UMKM hadir meramaikan lokasi dengan beragam produk kebutuhan masyarakat, mulai dari makanan dan minuman, aneka camilan, hingga pernak-pernik dan kerajinan tangan dengan harga yang terjangkau.
Kehadiran para pelaku usaha lokal tersebut tidak hanya menjadi pelengkap acara, tetapi juga menjadi etalase promosi produk-produk unggulan Kudus. Masyarakat yang datang dapat langsung melihat, mencoba, sekaligus membeli hasil karya UMKM yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menilai UMKM Gallery Dekranasda memiliki peran strategis dalam pengembangan perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah.
“UMKM yang tergabung di Dekranasda ini merupakan bagian dari upaya pengembangan perekonomian masyarakat. Harapannya, melalui gelaran seperti ini, produk-produk mereka semakin dikenal luas,” ujar Endhah usai kegiatan Perkumpulan Sejahtera Srikandi Sehat (PSS) di Gedung A Kantor Sekda Kudus pada Rabu, (28/1/2025).
Menurutnya, ajang pameran UMKM bukan sekadar ruang berjualan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi para pelaku usaha.
“Dengan sering tampil di berbagai acara dan bertemu langsung dengan banyak pengunjung, para owner UMKM bisa mendapatkan masukan, baik dari konsumen maupun sesama pelaku usaha, untuk meningkatkan kualitas produknya,” jelasnya.
Endhah juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengembangan UMKM, termasuk pemanfaatan bahan-bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai.
“Ternyata ada limbah yang diolah kembali dan justru bisa menjadi produk bernilai, sekaligus menambah ekonomi keluarga. Ini yang perlu terus didorong,” tambahnya.
Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung datang dari Zumi Art Gallery, UMKM yang memanfaatkan sisa pengolahan limbah kayu jati.
Berbagai produk kerajinan kayu terpajang rapi, mulai dari gantungan kunci, hiasan dinding, puzzle edukatif, hingga mainan mobil-mobilan kayu.
Pemilik Zumi Art Gallery, Dewi Murniasih, mengatakan bahwa bahan baku yang digunakan berasal dari sisa potongan kayu jati yang sebelumnya tidak terpakai. Melalui sentuhan kreativitas, limbah tersebut diolah menjadi produk kerajinan bernilai jual.
“Kayu-kayu ini bukan kayu baru, melainkan sisa pengolahan yang kami manfaatkan kembali. Dari situ kami buat berbagai produk, seperti gantungan kunci, hiasan meja, puzzle edukatif, sampai mainan anak,” ungkap Dewi.
Ia menjelaskan, karya-karya yang dihasilkan mengusung nuansa etnik dan tradisional, sehingga memiliki ciri khas tersendiri. Produk-produk tersebut juga banyak diminati sebagai cinderamata atau buah tangan khas daerah.
“Selain ramah lingkungan, kami ingin produk ini punya nilai edukasi dan seni. Alhamdulillah, respon pengunjung cukup baik,” katanya.
Pihaknya mengatakan bahwa penjualan selain dilakukan secara online di rumah, juga dilapakkan di Galeri Dekranasda Kudus dan Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi.








