KUDUS, Kaifanews — Pemerintah Kabupaten Kudus menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang berbeda dalam menangani kejenuhan warga di posko pengungsian. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menginstruksikan peluncuran layanan relaksasi gratis dengan mendatangkan terapis pijat tunanetra bagi warga terdampak banjir di Gedung Muslimat NU, Desa Loram Kulon, Rabu (21/1).
Kegiatan tersebut berlangsung saat Bupati Kudus meninjau posko pengungsian warga Desa Jetis Kapuan yang dipusatkan di Gedung Muslimat NU, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Rabu (21/1/2026). Sebelumnya, Bupati juga mengecek lokasi pengungsian di beberapa wilayah lainnya sebagai bagian dari rangkaian pemantauan penanganan banjir.
Dalam kunjungannya, Sam’ani menyebutkan bahwa para terapis yang dihadirkan berasal dari Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pendowo Kudus. Mereka memberikan layanan pijat gratis kepada para pengungsi agar kondisi fisik dan psikologis warga tetap terjaga.
“Hari ini kita datangkan terapis tunanetra untuk memijat para pengungsi. Harapannya setelah dipijat badan jadi lebih segar, tetap tersenyum walaupun masih berada di pengungsian,” ujar Sam’ani di sela kegiatan.
Ia menambahkan, relaksasi ini diharapkan mampu mengurangi rasa lelah dan kejenuhan warga selama berada di posko. Selain membantu pengungsi, kehadiran terapis tunanetra juga menjadi bentuk pemberdayaan penyandang disabilitas agar tetap bisa berkontribusi di tengah situasi bencana.
“Semoga para pengungsi kembali fresh, semangat, dan para saudara kita penyandang disabilitas juga selalu diberi kesehatan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Yanrehabsos Balinjamsos Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus, Kamal Agus Afendi, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari laporan langsung kondisi pengungsi di lapangan.
“Banyak pengungsi mengeluhkan capek dan pegal-pegal. Dari situ Pak Bupati berinisiatif dan menginstruksikan agar dihadirkan layanan pijat sebagai upaya menjaga kondisi fisik dan mengurangi kejenuhan pengungsi,” jelas Kamal.
Pada kegiatan tersebut, terapis tunanetra datang dari Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pendowo Kudus. Layanan pijat ini tidak hanya dilakukan di Loram Kulon, tetapi bergilir ke sejumlah lokasi pengungsian lainnya.
“Sesuai arahan Pak Bupati, tim terapis ini akan bergilir ke posko pengungsian lain, seperti di DPRD, Jati Wetan, hingga wilayah Mejobo dan Payaman,” terangnya.
Camat Jati, M. Zainuddin, menyampaikan bahwa seluruh pengungsi yang berada di Gedung Muslimat NU Loram Kulon berasal dari Desa Jetis Kapuan. Jumlah pengungsi di lokasi tersebut mencapai 444 jiwa.
“Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten, pemerintah desa, unsur NU, dan jajaran kecamatan untuk memastikan pengungsi tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak,” kata Zainuddin.
Relaksasi pijat ini disambut antusias para pengungsi. Selain membantu mengurangi keluhan fisik, kegiatan tersebut juga menjadi hiburan tersendiri di tengah situasi pengungsian akibat banjir yang belum sepenuhnya surut.








