KUDUS, Kaifanews — Sejumlah kecamatan di Kabupaten Kudus dilanda banjir dan tanah longsor pascahujan deras beberapa hari terakhir. Dampak bencana tersebut dirasakan warga di berbagai desa, dengan kerusakan infrastruktur, rumah terendam, dan ratusan warga harus mengungsi untuk sementara waktu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Banjir terparah tercatat terjadi di Kecamatan Mejobo, Dawe, dan Jekulo, sementara longsor dilaporkan di sejumlah titik di kawasan lereng dan jalur perbukitan. Di Kecamatan Mejobo, banjir melanda beberapa desa seperti Desa Mejobo, Desa Jojo, Desa Kesambi, Golantepus, Temulus, serta Hadiwarno, dengan ketinggian air mencapai 20–40 cm di permukiman warga dan akses jalan utama.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, puluhan rumah terendam dan ratusan jiwa terdampak. Sementara itu, longsor terjadi di Desa Japan, Kuwukan, Ternadi, Colo, Kajar, Menawan, dan Rahtawu, yang sempat menutup badan jalan desa serta membuat beberapa rumah warga rusak ringan hingga sedang.

Hingga laporan ini ditulis, tidak ada laporan korban jiwa ataupun luka serius, namun kerugian materiil tetap signifikan. Beberapa fasilitas umum dan jalan desa mengalami gangguan akibat tertutup material longsor atau terendam air.

Penanganan Darurat dan Evakuasi

Pemerintah Kabupaten Kudus bersama BPBD, relawan, aparat desa, dan komunitas pencinta alam (MAPALA) terus melakukan penanganan darurat. Salah satu fokus utama adalah evakuasi warga terdampak banjir, pembersihan material longsor, serta pengamanan lokasi rawan bencana susulan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan bahwa pemerintah daerah terus memantau situasi terkini dan menyiagakan semua sumber daya untuk membantu masyarakat.

“Kita memahami kondisi ini merupakan ujian bersama. Pemerintah daerah terus berupaya memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terpenuhi. Saya menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Sam’ani.

Imbauan dan Nomor Laporan Bencana

Bupati juga mengimbau warga yang berada di wilayah rawan untuk menghindari area sungai yang meluap, lereng curam, atau tanah jenuh air, serta segera menghubungi pihak berwenang jika situasi memburuk.

Masyarakat dapat melaporkan kejadian bencana atau membutuhkan bantuan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kudus di nomor:

📞 0811-3076-6678
(Pusdaldops BPBD Kabupaten Kudus)

Lapor secepatnya jika menemukan lokasi banjir, longsor, atau warga yang membutuhkan evakuasi agar respons cepat bisa dilakukan.

Langkah Antisipasi

Pemerintah juga menyiagakan dapur umum dan posko bantuan di sejumlah titik, termasuk di Gedung Muslimat NU Loram Kulon, untuk memastikan suplai kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan tersedia.

Selain itu, anggota relawan terus membersihkan saluran drainase dan memantau titik-titik rawan longsor untuk mencegah bencana susulan.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Mari kita bersama menjaga lingkungan dan tetap berhati-hati hingga cuaca membaik,” tambah Bupati Sam’ani. (*)