BANDUNG, Kaifanews – Kiprah Persib Bandung di kancah Asia kembali berlanjut. Klub kebanggaan Jawa Barat itu resmi mengamankan tiket ke fase gugur AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025/2026, menyusul penampilan stabil yang mereka tunjukkan sejak awal fase grup.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keberhasilan tersebut menjadi penanda kuat eksistensi Persib sebagai salah satu tim papan atas Asia Tenggara. Namun, di balik euforia kelolosan, Maung Bandung kini dihadapkan pada tantangan berat berupa jadwal pertandingan super padat yang menanti sepanjang Februari 2026.

Persib mengunci posisi puncak klasemen Grup G usai menaklukkan Bangkok United dengan skor tipis 1-0 pada laga terakhir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 10 Desember 2025. Dari total enam pertandingan, Persib mengumpulkan 13 poin, cukup untuk melaju ke babak 16 besar dengan status unggulan.

Status juara grup menempatkan Persib di Pot 1 pada undian fase gugur yang digelar di Kuala Lumpur akhir Desember lalu. Hasilnya, Persib dipertemukan dengan Ratchaburi FC, wakil Thailand yang lolos sebagai peringkat kedua Grup F.

Duel babak 16 besar ACL 2 akan berlangsung dengan format dua leg. Persib dijadwalkan lebih dulu bertandang ke markas Ratchaburi pada 11 Februari 2026, sebelum menjamu lawannya di GBLA pada 18 Februari 2026.

Keuntungan tampil di kandang pada laga penentuan dipandang krusial, mengingat atmosfer GBLA dan dukungan Bobotoh kerap menjadi energi tambahan bagi Persib dalam laga-laga penting.

Di saat bersamaan, Persib juga harus berjibaku di kompetisi domestik. Dalam kurun waktu hanya 15 hari, terhitung 11 hingga 26 Februari 2026, Persib dijadwalkan memainkan lima pertandingan di dua ajang berbeda, yakni ACL 2 dan BRI Super League.

Di antara dua laga melawan Ratchaburi, Persib masih harus melakoni laga tandang ke markas Borneo FC Samarinda, serta menghadapi Persita Tangerang dan Madura United.

Padatnya agenda tersebut menjadi perhatian serius jajaran pelatih. Pelatih Persib, Bojan Hodak, menilai penyesuaian jadwal menjadi faktor krusial jika timnya ingin melangkah lebih jauh di pentas Asia.

“Kami saat ini fokus pada kemungkinan penyesuaian jadwal di liga,” ujar Hodak.
“Jika ada perubahan, peluang kami untuk melangkah ke babak berikutnya akan lebih besar,” tambahnya.

Menurut pelatih asal Kroasia itu, dukungan federasi dan operator liga sangat dibutuhkan agar klub Indonesia mampu bersaing secara optimal di level kontinental.

“Ini bukan hanya soal Persib. Jika ingin klub Indonesia melaju jauh di Asia, tentu perlu ada dukungan dari PSSI dan Liga,” tegas Hodak.

Terlepas dari persoalan jadwal, catatan Persib di fase grup menjadi modal berharga. Empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dicatatkan Maung Bandung, termasuk kemenangan penting atas Lion City Sailors, Selangor FC, dan Bangkok United.

Selain prestasi di lapangan, kelolosan ke babak 16 besar juga memberikan tambahan pemasukan bagi klub melalui bonus kompetisi dari AFC.

Kini, fokus Persib tertuju pada dua laga krusial melawan Ratchaburi FC. Dengan konsistensi permainan dan dukungan penuh Bobotoh di GBLA, Persib diharapkan mampu melanjutkan langkah dan mengibarkan bendera Indonesia di babak perempat final ACL 2 musim ini. (*)