KUDUS, Kaifanews – Warga Desa Klumpit Kabupaten Kudus kembali di gegerkan dengan penemuan dua bocah yang meninggal dunia akibat tenggelam di lokasi bekas tambang galian C pada Sabtu (20/12/2025) Siang. Kejadian ini bukan kali pertama terjadi, pada tahun 2020 kejadian yang sama renggut nyawa 4 bocah di kubangan bekas tambang galian C sedalam 3 meter yang terbengkalai.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kedua korban diidentifikasi sebagai Ahmad Syukron Ma’mun (8) dan Muhammad Abraham Dhiyauddin (8). Keduanya merupakan warga warga RT3/ RW3 desa setempat yang sedang bermain di sekitar lokasi kejadian.
Dari sejumlah informasi di tempat kejadian, peristiwa bermula saat kedua korban bermain di sekitar lokasi galian bersama seorang teman mereka. Dua anak, yakni Syukron dan Ibrahim bermain air di kolam tersebut, sementara satu teman lainnya menunggu di pinggir.
Saat sedang asyik-asyiknya bermain air, kedua korban tenggelam. Teman korban yang tadinya menunggu di pinggir kolam, saat melihat kedua temannya tenggelam dan tidak muncul ke permukaan anak tersebut lari ketakutan untuk memberitahukan kepada warga sekitar.

Mendengar kejadian itu warga berbondong-bondong ke TKP dan langsung melakukan pencarian, di pinggir kolam di temukan barang bukti berupa sandal dan pakaian milik kedua korban. Bhabinkamtibmas Desa Klumpit, Aipda Eko Hadi, menjelaskan peristiwa nahas tersebut bermula saat tiga bocah bermain di area galian C. Diduga hendak berenang, dua korban melepas pakaian mereka dan terjun ke dalam kubangan air.

“Yang bermain ada tiga anak. Dua tenggelam, sementara satu lainnya berlari meminta pertolongan kepada warga. Mereka memang sengaja bermain air karena pakaiannya dilepas di pinggir,” ujar Aipda Eko Hadi.

Ketua RT 3 RW 8, Rohmad menyampaikan bahwa Kedua korban di temukan dalam kondisi tenggelam, dan proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB oleh warga dan petugas kondisi kedua korban sudah tidak bernyawa.

Ia juga menjelaskan bahwa lubang bekas galian c tersebut diperkirakan memiliki kedalaman antara 2 hingga 3 meter. Ini tentu sangat berbahaya bagi anak-anak yang tidak memiliki kemampuan berenang.

Aipda Eko Hadi Pranoto, mengonfirmasi bahwa setelah proses evakuasi, jenazah kedua korban langsung dilarikan ke RSI Sunan Kudus untuk menjalani pemeriksaan medis menyeluruh.
“Setelah dilakukan pemeriksaan medis di RSI Sunan Kudus, jenazah kedua korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ungkap Eko Hadi.

Eko Hadi menyayangkan peristiwa ini kembali terjadi meski pihaknya telah berulang kali memberikan imbauan agar warga, terutama anak-anak, menjauhi kawasan bekas tambang yang berbahaya tersebut.

Menindaklanjuti tragedi ini, pihak kepolisian menegaskan akan mengambil langkah tegas. “Kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menutup permanen kubangan bekas tambang ini agar tidak jatuh korban lagi di masa mendatang,” ujarnya.

Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban, kejadian ini mengingatkan pada 5 tahun yang lalu Januari 2020 di galian C desa Klumpit juga menelan 4 korban jiwa meninggal dunia, sementara di lokasi kejadian telah di pasang garis polisi dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (IND)