KUDUS, Kaifanews — Suasana kerohanian pelajar Kristiani di Kabupaten Kudus akan dipererat melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar Forum Kerohanian Kristen (FKK) SMA-SMK Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Gereja Isa Alamasih (GIA) Kudus, Minggu, 23 Agustus 2026 mulai pukul 17.00 WIB.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

KKR ini akan mempertemukan pelajar Kristiani dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Kudus. Selain menjadi bagian dari kegiatan peribadatan, pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para pelajar untuk berhenti sejenak dari rutinitas, memperkuat iman, sekaligus membangun kebersamaan dengan sesama pelajar.

Pdm. Daniel Talenta sebagai pembicara mengatakan tema “Do You Hear Me? Yes, Here I Am”, kali ini menghadirkan dan membawa peserta pada refleksi tentang bagaimana mengenali suara dan panggilan Tuhan di tengah kehidupan generasi muda yang penuh dengan beragam tantangan.

Pesan yang dibawa dalam tema tersebut tidak berhenti pada pertanyaan apakah seseorang mampu mendengar suara Tuhan.

“Para pelajar diajak untuk memiliki kepekaan terhadap panggilan dan berani memberikan respons melalui sikap serta tindakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu 22 Agustus 2026.

Bagi FKK SMA-SMK Kabupaten Kudus, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mendorong pertumbuhan iman para pelajar sekaligus mempererat persaudaraan lintas sekolah. Para peserta diharapkan dapat membawa nilai-nilai yang diperoleh dalam KKR ke lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

“Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun karakter generasi muda Kristiani agar mampu menunjukkan kasih, kepedulian dan tanggung jawab dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, keberadaan pelajar Kristiani diharapkan dapat memberikan pengaruh positif dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Melalui KKR tersebut, FKK SMA-SMK Kabupaten Kudus berharap para peserta semakin memahami makna panggilan Tuhan dalam perjalanan hidup mereka.

“Jawaban “Yes, Here I Am” diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari tema kegiatan, tetapi menjadi keberanian untuk hadir, melayani dan memberi dampak positif bagi orang-orang di sekitarnya,” tandasnya.