KUDUS, Kaifanews – Pemerintah Kabupaten Kudus turut menyemarakkan peringatan Hari Desa Nasional 2026 dengan menggelar serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai elemen desa. Peringatan ini menjadi bagian dari arahan Kementerian Desa dan Kementerian terkait agar perayaan Hari Desa tidak hanya dipusatkan secara nasional, tetapi juga digelar di daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana mengatakan bahwa peringatan Hari Desa Nasional secara nasional akan dipusatkan di Kabupaten Boyolali. Namun, setiap kabupaten didorong untuk menggelar kegiatan serupa sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Arahan dari kementerian, Hari Desa Nasional memang dipusatkan di Boyolali. Tapi rangkaiannya diharapkan bisa diperingati juga di setiap kabupaten, termasuk di Kudus,” ujar Famny usai kegiatan di Kantor Dinas PMD Kudus pada Jumat, 9 Januari 2026.

Di Kabupaten Kudus, rangkaian peringatan Hari Desa diisi dengan kegiatan jalan sehat yang digelar di lingkungan perkotaan, serta kegiatan sosial di sejumlah desa. Salah satunya adalah kerja bakti pembersihan tempat ibadah di Desa Tanjung yang melibatkan perangkat desa dan pendamping desa.

“Kami juga mengimbau camat dan pemerintah desa agar ikut menyelenggarakan kegiatan di desa masing-masing. Di Tanjung misalnya, ada kegiatan pembersihan tempat ibadah yang melibatkan pendamping desa,” jelasnya.

Puncak peringatan Hari Desa di Kudus akan ditandai dengan apel besar yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang di Pendapa Kabupaten Kudus.

Apel tersebut akan dihadiri seluruh elemen desa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, bidan desa, Tim Penggerak PKK, pendamping PKH, TKSK, hingga penyuluh pertanian.

“Sesuai tagline yang akan disampaikan Pak Bupati, semua elemen desa diajak sengkuyung bareng membangun desa. Tujuannya satu, yakni menyejahterakan warga desa,” kata Famny.

Menurutnya, semangat peringatan Hari Desa tahun ini sejalan dengan tema nasional, yakni mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa pembangunan desa membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terlebih di tengah kondisi keterbatasan anggaran.

Famny tidak menampik adanya pengurangan dana desa dan tunjangan perangkat desa yang terjadi secara nasional. Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran desa tetap menjaga semangat dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Hampir di seluruh Indonesia dana desa rata-rata turun. Tapi kami berharap teman-teman di desa tetap semangat, tetap memberikan pelayanan terbaik di tengah keterbatasan,” pungkasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dana desa yang selama ini dialokasikan ke Kabupaten Kudus telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari bantuan langsung tunai desa (BLT DD), penanganan stunting, hingga pembangunan infrastruktur desa.

“Dana desa itu menyisir warga yang tidak tercover bantuan pusat maupun daerah. Selain itu, kontribusinya besar untuk penanganan stunting. Alhamdulillah, angka stunting di Kudus juga mengalami penurunan,” ungkap Famny.

Selain sektor sosial, dana desa juga berperan besar dalam pembangunan infrastruktur desa, seperti jalan beton, pengaspalan, dan sarana pendukung lainnya yang masif dirasakan masyarakat sejak program dana desa berjalan.

Ke depan, Dinas PMD Kudus juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pembentukan koperasi desa. Sesuai arahan pemerintah pusat, koperasi desa ditargetkan mulai berdiri secara fisik pada 2026.

“Saat ini sudah ada 78 desa yang siap membahas pembentukan koperasi desa. Harapannya, koperasi ini bisa bersinergi dengan BUMDes untuk memperkuat ekonomi desa,” tandasnya.