Pati, Kaifanews.com — Isu seputar maraknya tempat karaoke di Kabupaten Pati kembali mencuat. Kali ini, aktivis sekaligus tokoh masyarakat Pati, Cahya Basuki alias Yayak Gundul, menyoroti lemahnya kontribusi pajak dari sektor hiburan tersebut terhadap pendapatan daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Saat dihubungi Kaifanews.com pada Senin (3/11/2025), Yayak mengaku baru saja menyambangi gedung DPRD Pati untuk beraudiensi. Namun, pertemuannya belum terlaksana karena Ketua DPRD tidak berada di tempat.

“Tujuan saya ingin menyampaikan langsung soal tidak adanya kontribusi pajak dari karaoke sejak 2014 hingga 2022. Selama periode itu, sektor ini seperti luput dari perhatian pemerintah daerah,” ujar Yayak.

Ia menilai, potensi pajak dari usaha karaoke seharusnya mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD) jika dikelola dengan transparan dan tegas. Karena itu, dirinya bersama kelompok Gerakan Pati Bersatu (GERPAB) berencana melakukan aksi ke DPRD untuk menuntut kejelasan kebijakan pajak hiburan.

“Benar, kami sedang bahas rencana aksi tersebut. Tapi masih tahap persiapan, surat izin ke Polres Pati juga belum saya serahkan,” tambahnya.

Wacana aksi tersebut disebut sebagai bentuk keprihatinan terhadap lemahnya pengawasan pemerintah terhadap usaha hiburan malam yang beroperasi di wilayah Pati. Yayak berharap langkahnya bisa menjadi awal dari pembenahan sistem pajak hiburan agar lebih adil dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(supry)