Jepara, Kaifanews.com — Dalam upaya meningkatkan kemampuan teknis penyelamatan di medan ekstrem, Basarnas Jepara menggelar pelatihan High Angle Rescue atau evakuasi korban dari ketinggian. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 November 2025, di kantor Basarnas Jepara.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelatihan ini diikuti puluhan peserta dari empat kabupaten, yakni Jepara, Kudus, Demak, dan Grobogan, yang antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menangani kondisi darurat di area vertikal, seperti tebing, gedung bertingkat, dan menara.

Materi pelatihan mencakup teori dan praktik langsung tentang penggunaan tali, sistem anchor, lowering, hingga hauling system, yang merupakan teknik dasar dalam proses evakuasi korban di lokasi sulit dijangkau. Selain itu, instruktur dari Basarnas Jepara juga menekankan pentingnya kerja sama tim, keselamatan personel, serta kecepatan dan ketepatan dalam setiap proses penyelamatan.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Basarnas Jepara, BSN Rescue Kudus, Met-E, serta BPBD Kudus dan Jepara. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi antarrelawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana maupun kecelakaan di wilayah masing-masing.

Salah satu panitia menyampaikan, pelatihan semacam ini sangat penting dalam memperkuat kapasitas personel dan relawan di lapangan.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas relawan dan instansi terkait agar mampu bekerja cepat, tepat, dan aman,” ujarnya di sela kegiatan.

Dengan terselenggaranya pelatihan High Angle Rescue ini, diharapkan para peserta dapat menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat ketika terjadi keadaan darurat di medan tinggi, sekaligus menjadi agen kesiapsiagaan di daerah masing-masing. (AK)