KUDUS, Kaifanews — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengikuti rapat koordinasi secara daring dengan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Selasa (20/1/2026). Kegiatan tersebut digelar di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus sebagai bagian dari upaya penguatan kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana.
Rakor yang diikuti oleh para kepala daerah se-Indonesia ini menekankan pentingnya pendataan yang akurat dan menyeluruh terhadap titik-titik rawan bencana. Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah untuk tidak hanya mengandalkan data lama, tetapi melakukan pemutakhiran secara berkala sesuai dengan kondisi lapangan dan dinamika cuaca.
Dalam arahannya, Wamendagri menegaskan bahwa data yang valid menjadi dasar utama dalam penyusunan kebijakan penanggulangan bencana, mulai dari tahap pencegahan, mitigasi, hingga penanganan darurat. Kepala daerah diminta memastikan seluruh perangkat di daerah bergerak terpadu dan responsif.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memperkuat langkah-langkah antisipatif. Upaya tersebut akan dilakukan melalui pemetaan potensi risiko bencana secara lebih detail, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta optimalisasi peran OPD, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci. Dengan pemetaan yang jelas dan koordinasi yang solid, kita bisa meminimalkan dampak dan melindungi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Sam’ani juga menambahkan, Pemkab Kudus akan mendorong peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat melalui sosialisasi serta simulasi kebencanaan, terutama di wilayah yang dinilai rawan banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menghadapi potensi bencana, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi demi keselamatan warga.








