KUDUS, Kaifanews – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen melanjutkan agenda peninjauan bencana di Kabupaten Kudus dengan mendatangi lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Selasa (13/1/2026).
Kunjungan ini dilakukan setelah sebelumnya meninjau kawasan Wisata Colo yang terdampak longsor. Dalam peninjauan tersebut, Taj Yasin didampingi Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton.
Di lokasi pengungsian, Taj Yasin mengecek langsung kondisi para warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat genangan air yang belum surut.
Di posko tersebut tercatat sekitar 110 warga mengungsi, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing meski masih dikepung banjir.
“Tadi kami temukan ada beberapa warga yang keluarganya mengalami stroke dan belum bisa dievakuasi. Saya minta malam ini juga segera dievakuasi oleh puskesmas supaya bisa dirawat dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Taj Yasin usai kunjungan.
Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan warga menjadi prioritas utama di tengah kondisi darurat banjir yang meluas hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Kudus.
Selain meninjau pengungsian, Pemprov Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten juga tengah mengupayakan percepatan surutnya air banjir.
Upaya teknis dilakukan dengan memetakan titik-titik genangan yang memungkinkan untuk dibantu dengan pompa air agar aliran bisa diarahkan menuju sungai. Namun, menurut Taj Yasin, langkah tersebut masih terkendala karena kondisi sungai yang juga sedang meluap.
“Kalau sungainya masih penuh, tentu tidak bisa langsung dibesarkan alirannya. Tapi spot-spot yang memungkinkan tetap kita bantu dengan pompa,” katanya.
Pemprov Jawa Tengah juga melakukan koordinasi lintas wilayah, termasuk dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (BPWS) Pamali Juwana, mengingat banjir tidak hanya terjadi di Kudus tetapi juga meluas hingga Kabupaten Pati dan wilayah sekitarnya.
“Kami menyiapkan langkah jangka pendek, menengah, dan panjang untuk penanganan banjir di Kudus dan Pati. Ini tidak bisa diselesaikan dengan satu pendekatan saja,” ujarnya.
Selain banjir, Pemprov Jawa Tengah juga menangani bencana longsor yang menutup sebagian akses di kawasan Wisata Colo. Taj Yasin menyebut penanganan dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama bersifat darurat agar aktivitas wisata bisa kembali berjalan, mengingat ribuan warga menggantungkan penghidupan dari sektor tersebut.
“Kita sudah anggarkan Rp500 juta untuk penanganan awal yang sifatnya belum permanen, supaya wisata bisa tetap berjalan. Untuk penanganan menyeluruh sampai tuntas, sudah kami siapkan anggaran Rp10 miliar,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca ekstrem yang ditandai hujan hampir setiap hari selama empat hari terakhir di wilayah Pati, Jepara, dan Kudus turut memperparah situasi.
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Tengah tengah mengkaji penerapan rekayasa cuaca bekerja sama dengan BPWS untuk mengurangi intensitas hujan dan membantu percepatan penanganan banjir.
“Karena matahari hampir tidak muncul dan hujan turun terus dengan debit tinggi, maka perlu dipertimbangkan rekayasa cuaca,” kata Taj Yasin.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kudus yang telah menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 12 hingga 19 Januari 2026.
Penetapan status tersebut dinilai penting agar koordinasi dan mobilisasi sumber daya penanganan bencana bisa dilakukan lebih cepat dan terarah.
“Terima kasih kepada Bupati Kudus yang sudah menetapkan status tanggap darurat. Ini penting untuk memastikan seluruh perangkat bisa bergerak lebih optimal,” tandasnya.








