KUDUS, Kaifanews — Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi, tetapi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kudus mulai memanaskan mesin organisasinya. Konsolidasi dilakukan dari tingkat kabupaten hingga ranting untuk memastikan struktur partai semakin siap menghadapi agenda politik mendatang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua DPD PSI Kudus, Antoni Alvin, mengatakan proses kaderisasi di wilayahnya kini telah mencapai sekitar 80 persen. Penguatan dilakukan secara bertahap dengan menyasar struktur DPD, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) hingga Dewan Pimpinan Ranting (DPRt).

“Untuk kaderisasi saat ini sudah sekitar 80 persen. Mulai dari DPD, DPC sampai DPRt terus kami susun dan kami kuatkan,” ujar Antoni pada Senin 24 Agustus 2026.

Menurutnya, penyelesaian struktur organisasi menjadi salah satu fokus utama PSI Kudus saat ini. Struktur yang kuat hingga tingkat bawah dinilai penting untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperluas jaringan partai.

Meski progresnya telah mencapai 80 persen, masih ada sekitar 20 persen bagian yang harus diselesaikan. Antoni menyebut proses perekrutan kader di sejumlah wilayah masih menjadi tantangan, terutama di Kecamatan Undaan dan Dawe.

“Masih ada sekitar 20 persen yang perlu kami selesaikan, terutama perekrutan di wilayah Undaan dan Dawe,” katanya.

Antoni menjelaskan, proses perekrutan tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang sama di setiap wilayah. Karakter masyarakat dan kondisi masing-masing daerah membuat partai perlu melakukan pendekatan secara langsung dan berkelanjutan.

Karena itu, PSI Kudus memilih terus melakukan komunikasi dan penjajakan untuk melengkapi struktur yang belum terbentuk secara optimal.

Meningkatnya Kader Perempuan di PSI

Di tengah proses penguatan organisasi tersebut, Antoni mengungkap satu hal yang menurutnya cukup menarik. Kader yang berhasil dihimpun PSI Kudus justru banyak berasal dari kalangan perempuan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal tersendiri bagi PSI dalam membangun organisasi. Tingginya keterlibatan perempuan menunjukkan adanya ketertarikan kelompok tersebut untuk masuk dan berpartisipasi dalam aktivitas politik melalui PSI.

Antoni menyebut figur yang berada di lingkaran kepemimpinan PSI turut menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat tertarik mengenal partai tersebut.

“Justru kader yang berhasil kami himpun lebih banyak didominasi perempuan. Salah satu daya tariknya tentu karena figur Ketua Umum PSI Kaesang dan juga Pak Jokowi,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan kader dengan latar belakang yang beragam menjadi bagian dari proses membangun kekuatan organisasi. PSI Kudus masih membuka ruang bagi masyarakat yang ingin bergabung dan mengambil bagian dalam kegiatan kepartaian.

Setelah fokus pada pembentukan dan penguatan struktur, PSI Kudus dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda).

Forum tersebut akan digunakan untuk menyusun program kerja partai sekaligus melakukan pengukuhan terhadap jajaran pengurus DPC PSI di Kabupaten Kudus.

“Dalam waktu dekat kami akan menggelar Rakerda untuk menyusun program kerja partai sekaligus pengukuhan pengurus DPC-DPC,” ungkap Antoni.

Rakerda diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan agenda seluruh jajaran pengurus sekaligus memastikan program organisasi dapat berjalan lebih terarah.

Bagi PSI Kudus, penguatan struktur hingga tingkat bawah menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju Pemilu 2029. Konsolidasi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan administratif organisasi, tetapi juga membangun jaringan yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Dengan capaian kaderisasi sekitar 80 persen, PSI Kudus kini masih memiliki pekerjaan rumah untuk menuntaskan bagian yang tersisa. Undaan dan Dawe menjadi dua wilayah yang disebut masih membutuhkan perhatian dalam proses perekrutan.

“Langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi PSI secara lebih luas dalam menghadapi Pemilu 2029, dengan membangun struktur organisasi hingga tingkat desa atau ranting sebelum memasuki tahapan pemilu mendatang,” tandasnya.