JEPARA, Kaifanews — Stadion Gelora Bumi Kartini mendadak senyap. Harapan Persijap Jepara untuk bangkit di hadapan publik sendiri justru runtuh setelah dihajar Dewa United dengan skor telak 0-3 pada lanjutan BRI Super League 2025/2026, Senin malam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tim tamu tampil seperti pasukan yang sedang terluka dan lapar poin. Sejak menit awal, Dewa United langsung menekan tinggi, memaksa tuan rumah bertahan dalam tekanan. Hasilnya cepat terlihat.

Baru sembilan menit laga berjalan, Alexis Messidoro memecah kebuntuan setelah memanfaatkan umpan Muhammad Kafiatur Rizki. Sepakan akuratnya tak mampu dibendung kiper Persijap.

Keunggulan tersebut membuat permainan Dewa semakin lepas. Persijap yang mencoba keluar dari tekanan justru kembali kebobolan di menit ke-40. Kali ini Messidoro berperan sebagai kreator, mengirimkan umpan matang yang dituntaskan Alex Martins untuk membawa Dewa United unggul 2-0 hingga jeda.

Masuk babak kedua, Laskar Kalinyamat belum juga menemukan ritme permainan. Justru Dewa United semakin menggila. Alex Martins hampir mencatatkan gol keduanya lewat sundulan yang membentur tiang, sebelum akhirnya Stefano Lilipaly benar-benar mengunci kemenangan di menit ke-49. Lepas dari jebakan offside, Lilipaly menuntaskan umpan Alex Martins dengan dingin. Skor berubah menjadi 3-0.

Persijap sempat mencoba bangkit. Tendangan keras Indra Arya Wiguna nyaris memperkecil ketertinggalan, tetapi bola masih melenceng. Peluang emas lain datang dari Sudi Abdillah, namun kiper Dewa United, Sonny Stevens, tampil sigap menepisnya.

Di sisi lain, Dewa United nyaris menambah penderitaan tuan rumah. Sepakan keras Egy Maulana Vikry memaksa kiper Moch. Sendri Johansyah bekerja keras untuk mencegah skor menjadi lebih telak.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-3 tak berubah. Kemenangan ini mengakhiri puasa kemenangan Dewa United setelah dua laga tanpa hasil maksimal, sekaligus mengangkat mereka ke posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin.

Sebaliknya, Persijap Jepara kian terbenam. Kekalahan beruntun ketiga dan kekalahan ke-12 musim ini membuat Laskar Kalinyamat tetap tertahan di dasar klasemen dengan sembilan poin, sebuah sinyal bahaya yang kian nyata di tengah ketatnya persaingan liga.