KUDUS, Kaifanews Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp50 juta untuk membantu warga yang terdampak bencana banjir di wilayah Kabupaten Kudus pada Kamis (15/1). Donasi yang dikumpulkan secara kolektif dari iuran sukarela para anggota ini didistribusikan dalam bentuk paket logistik dan kebutuhan pokok guna memastikan ketersediaan pangan bagi para penyintas di berbagai posko pengungsian.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penyaluran bantuan ini difokuskan pada sejumlah titik pengungsian yang paling terdampak, salah satunya di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati. Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas dari para tenaga pendidik terhadap masyarakat yang kini kehilangan akses terhadap kebutuhan pokok akibat rendaman air yang tak kunjung surut.

“Dana sebesar Rp 50 juta ini kami kumpulkan dari iuran anggota PGRI se-Kabupaten Kudus secara sukarela. Ini adalah wujud nyata bahwa guru tidak hanya hadir di dalam kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ujar Ahadi Setiawan saat menyerahkan bantuan di lokasi pengungsian.

Logistik yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan mendasar yang saat ini sangat mendesak, seperti beras, mi instan, air mineral, serta beberapa kebutuhan penunjang lainnya. PGRI Kudus juga memastikan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara berkoordinasi dengan pengurus di tingkat kecamatan agar penyaluran tepat sasaran dan merata di kantong-kantong pengungsian yang membutuhkan.

Langkah responsif ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah dalam penanganan dampak hidrometeorologi di Kota Kretek. Hingga saat ini, PGRI Kudus berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi lapangan dan siap memberikan dukungan tambahan jika kondisi banjir di pemukiman warga belum menunjukkan tanda-tanda surut.