KUDUS, Kaifanews – Palang Merah Indonesia (PMI) diminta untuk terus menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan kemanusiaan. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat menutup Bulan Dana PMI Kabupaten Kudus Tahun 2025 di Kantor PMI Kabupaten Kudus, Selasa (23/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam’ani menyampaikan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama PMI dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Oleh karena itu, pengelolaan dana yang dihimpun dari masyarakat harus dilakukan secara terbuka, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“PMI harus terus bersikap transparan dan akuntabel. Setiap bantuan yang dihimpun berasal dari kepedulian masyarakat, sehingga penggunaannya harus jelas dan tepat sasaran,” tegasnya.
Pada Bulan Dana PMI Kabupaten Kudus Tahun 2025, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 1.255.505.500. Bupati berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Bupati Sam’ani menekankan bahwa PMI harus tetap bersikap terbuka, netral, serta tegak lurus pada nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, prinsip kemanusiaan, kesukarelaan, dan imparsialitas harus selalu menjadi landasan utama dalam setiap langkah dan kebijakan PMI.
“Dalam kondisi apa pun, PMI harus hadir tanpa membeda-bedakan. Pelayanan kemanusiaan harus diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan, tanpa melihat latar belakang,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa peran PMI sangat penting dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI Kabupaten Kudus beserta seluruh relawan atas kontribusi dan pengabdiannya, terlebih di tengah keprihatinan atas berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Sumatera.
“Di saat banyak daerah dilanda bencana, PMI selalu hadir di garda terdepan. Ini merupakan bentuk pengabdian yang luar biasa dan patut diapresiasi,” tambahnya.
Usai mengikuti rangkaian kegiatan penutupan Bulan Dana PMI, Bupati Kudus melanjutkan agenda dengan santap siang di Warung Soto Kerbau Karso Karsi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menikmati sajian soto kerbau yang merupakan kuliner khas dan telah menjadi bagian dari sejarah serta tradisi masyarakat Kabupaten Kudus.
Menurutnya, kuliner tradisional seperti soto kerbau tidak hanya memiliki nilai rasa, tetapi juga mengandung nilai budaya yang perlu dilestarikan sebagai identitas daerah. (Mr)








