KUDUS, Kaifanews – Puluhan rumah warga di RT 05 RW 06 Desa Purwosari, Kabupaten Kudus, terendam banjir akibat meluapnya aliran sungai setempat. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan genangan air masuk ke permukiman. Banjir terjadi bukan hanya sekali itu saja, melainkan setiap hujan datang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Berdasarkan pantauan Kaifa News di lokasi, ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter, merendam rumah warga serta sejumlah akses jalan di sekitar RT 05/ RW 06 Purwosari. Warga terpaksa mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.

Ketua RT 05/ RW 06 Desa Purwosari, Luhur Budi, menegaskan bahwa debit air dari kampung tidak bisa masuk kesungai karena adanya pendangkalan sungai.

“Air hujan yang dari kampung atas tidak bisa keluar ke sungai karena sungai mengalami pendangkalan dari sungai tersebut, sementara aliran air dari jalan raya besar kyai telingsing sebagian masuknya kesini semua,” ungkap Luhur Budi.

Sejumlah warga menduga banjir dipicu oleh pendangkalan sungai serta kiriman air dari jalan raya nitisemito, bagian timur drainase mengalir ke kaligelis desa Ploso, sementara bagian barat langsung masuk ke wilayah sungai Desa Purwosari, hal ini menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Kondisi sungai yang menyempit dan dangkal dinilai memperparah luapan air ke kawasan permukiman, setiap hujan datang lingkungan RT 05/ RW 06 selalu banjir.

Banjir yang terjadi tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kondisi rumah, perabotan, serta kesehatan warga. Genangan air bahkan kerap masuk ke dalam rumah, memaksa warga mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.

“Kalau hujan agak lama, air sungai cepat meluap. Sungainya sekarang dangkal, jadi air tidak mengalir lancar, Setiap hujan datang banjir selalu masuk ke rumah” ujar Rachma.

Ketua RT setempat bersama warga telah melakukan pemantauan di lokasi terdampak serta berkoordinasi untuk penanganan sementara. Warga juga bergotong royong membersihkan saluran air dan membuat jalur aliran darurat agar genangan dapat segera surut. Sementara warga yang rumahnya kebanjiran masih berupaya membersihkan lumpur yang menutup lantai rumah mereka.

Harapan warga kepada pihak dinas terkait masalah banjir ini bisa segera dicarikan solusi penanganan serta kajian lebih lanjut, agar penyebab banjir langganan di wilayah tersebut bisa tuntas teratasi, termasuk kemungkinan normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

Warga mengaku telah berulang kali melakukan kerja bakti membersihkan saluran air. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup tanpa adanya penanganan jangka panjang, seperti normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase.

“Harapannya pihak pemerintah terkait bisa memberikan solusi dengan normalisasi untuk menambah serapan volume air di sungai desa purwosari, sehingga kalau hujan datang tidak selalu banjir.” Imbuh Luhur Budi.

Hingga saat ini, warga RT 05 RW 06 Purwosari tetap waspada setiap hujan deras tiba. Mereka berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti demi kenyamanan dan keselamatan lingkungan tempat tinggal mereka.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih cukup tinggi meskipun volumenya berkurang. Meski demikian, warga berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk mengatasi pendangkalan sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang.