KUDUS, Kaifanews – Suasana rindang pepohonan jati di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, mendadak ramai oleh ribuan warga yang memadati kawasan perbukitan Kendeng. Kemeriahan ini merupakan bagian dari perayaan 3rd Anniversary Pasar Sarwono, sebuah destinasi wisata kuliner tradisional yang kini menjadi ikon baru ekonomi kreatif di Kabupaten Kudus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus. Kehadiran pihak dinas menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap inovasi desa yang mampu mengubah potensi alam menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes) yang menjanjikan.

Pasar Sarwono bukan sekadar tempat jual beli, melainkan representasi dari konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Berdasarkan pengamatan dan data perkembangan desa wisata di Kudus:

Dalam kunjungannya, Kepala Dinas PMD Kudus Probo Agus Sunarno mengapresiasi konsistensi pengelola Pasar Sarwono yang mampu bertahan hingga tahun ketiga. Tantangan terbesar bagi pasar tematik seperti ini adalah menjaga konsistensi pengunjung agar tidak sekadar viral di awal.

“Pasar Sarwono adalah bukti bahwa desa memiliki kekuatan ekonomi mandiri. Kami dari Dinas PMD akan terus mendorong digitalisasi promosi agar pasar ini dikenal hingga luar Jawa Tengah,” ujar Probo Agus Sunarno Kepala Dinas PMD.

Melalui perayaan hari jadi ke-3 ini, diharapkan Pasar Sarwono terus bertransformasi menjadi pusat edukasi budaya bagi generasi muda sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan warga Desa Wonosoco.