MADRID, Kaifanews – Real Madrid menunjukkan dominasi absolut dalam format baru Liga Champions dengan melumat AS Monaco 6-1 di Santiago Bernabeu, Rabu (21/1) dini hari WIB. Di tengah isu keretakan internal dan tekanan publik terhadap kepemimpinan pelatih Alvaro Arbeloa, Los Blancos justru tampil menggila melalui performa impresif Jude Bellingham dan Vinicius Jr.
Laga pekan ke-7 ini tidak hanya mengamankan posisi Madrid di jajaran elit klasemen, tetapi juga menjadi panggung pembuktian taktik baru Arbeloa yang berhasil mengubah kecaman pendukung menjadi pemujaan setelah melakukan pergeseran radikal pada posisi bermain sang mega bintang Brasil.
Pertandingan baru berjalan 15 menit ketika Jude Bellingham membuka keran gol melalui tandukan tajam hasil umpan silang akurat. Namun, sorotan utama malam itu tertuju pada Vinicius Jr. Pemain yang pekan lalu sempat mendapatkan cemoohan dari publik sendiri tersebut tampil berbeda. Arbeloa menariknya dari posisi sayap kiri tradisional ke area lebih tengah, bertransformasi menjadi penyerang lubang yang mematikan.
Strategi ini terbukti jitu. Vinicius Jr. berhasil mengemas dua gol dan satu assist, menghancurkan lini pertahanan Monaco yang tampak kebingungan dengan pergerakannya yang lebih cair di jantung pertahanan lawan.
“Kami tahu potensi Vini. Saya hanya mencoba menempatkannya di posisi yang memungkinkannya lebih sering menyentuh bola di area berbahaya,” ujar Arbeloa dalam sesi konferensi pers usai laga.
Transformasi ini sekaligus meredam isu miring mengenai masa depan Arbeloa di kursi kepelatihan. Media Spanyol sebelumnya sempat melaporkan adanya ketidakharmonisan di ruang ganti, namun selebrasi gol kelima Madrid yang melibatkan seluruh pemain cadangan menunjukkan pemandangan yang sebaliknya.
Pakar sepak bola dari Tempo.co mencatat bahwa perubahan taktik ini adalah langkah cerdas Arbeloa untuk melindungi Vinicius dari tekanan psikologis di pinggir lapangan yang sering bergesekan dengan penonton. Dengan bermain lebih ke tengah, Vinicius fokus pada penyelesaian akhir dan terbukti jauh lebih tajam.
AS Monaco sendiri tak mampu berbuat banyak. Gol hiburan mereka di menit ke-78 hanyalah noda kecil dalam malam yang sempurna bagi Madrid. Tim tamu terlihat kewalahan menghadapi transisi cepat yang dibangun oleh lini tengah Madrid yang dikomandoi oleh Bellingham.
Kemenangan telak 6-1 ini memastikan tiket Real Madrid menuju fase gugur secara otomatis dan memberikan pesan kuat kepada para pesaing di Eropa. Bahwa di bawah tangan dingin Arbeloa, Madrid tetaplah “raja” yang mampu berevolusi meski di tengah badai kritik.








