KUDUS, Kaifanews – Upaya Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus dalam mensosialisasikan kebijakan relokasi pedagang sayur malam Pasar Bitingan masih menuai penolakan dan memicu ketegangan di lapangan. Hingga Kamis malam, situasi di kawasan depan Pasar Bitingan dan pelataran dalam pasar terpantau masih bergejolak.
Kepala Dinas Perdagangan bersama jajaran mencoba memberikan pemahaman kepada para pedagang agar tetap menjaga kondisi kondusif serta menaati kebijakan relokasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Namun, para pedagang sayur, khususnya pedagang dari luar pasar, menyampaikan keberatan dan menuntut kejelasan secara tegas.
Para pedagang meminta kepastian bahwa relokasi dilakukan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih. Mereka menegaskan, selama belum ada kepastian resmi dan hasil audiensi, para pedagang memilih tetap berjualan di lokasi lama.
“Kalau belum ada kepastian hari ini, kami tetap berdagang. Kami punya anak istri yang harus dinafkahi,” ungkap salah satu pedagang di lokasi.
Pedagang juga mengeluhkan kondisi musim hujan yang berisiko menyebabkan kerugian besar. Dagangan berupa sayuran yang masih berada di dalam kendaraan truk dikhawatirkan cepat membusuk jika tidak segera dijual.
“Mau tidak mau kami harus cepat berdagang. Kalau sayuran busuk, siapa yang ganti rugi? Apa dari dinas mau mengganti?” lanjutnya.
Intinya, para pedagang meminta adanya kepastian tertulis serta audiensi yang cepat dengan pihak terkait agar tidak terus terjadi ketegangan di lapangan. Hingga Kamis malam, proses sosialisasi relokasi masih berlangsung dengan pengawalan aparat, namun kesepakatan antara pedagang dan pihak dinas belum tercapai.
Situasi Pasar Bitingan pada malam ini masih dinamis dan berpotensi terus berkembang, sembari menunggu keputusan dan langkah lanjutan dari pemerintah daerah.








