JAKARTA — Wacana perombakan Kabinet Merah Putih kembali ramai diperbincangkan publik. Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut tengah mempertimbangkan penyegaran jajaran pembantunya, yang berpotensi menjadi reshuffle kelima sejak awal masa pemerintahannya pada Oktober 2024.
Sejumlah posisi strategis dikabarkan masuk radar evaluasi. Nama-nama yang mencuat antara lain Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri HAM Natalius Pigai, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri.
Menanggapi isu tersebut, Sugiono mengaku belum memperoleh informasi apa pun terkait rencana perombakan kabinet. Ia menegaskan bahwa urusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden.
“Belum ada info. Soal itu hanya Presiden yang tahu,” ujarnya singkat di Kompleks Parlemen, Selasa (27/1/2026).
Sementara itu, Meutya Hafid memilih tidak memberikan komentar saat ditanya wartawan usai menghadiri sebuah acara di Jakarta Pusat.
Di tengah kabar pergantian, beredar pula spekulasi mengenai figur-figur baru yang disebut berpeluang masuk kabinet. Nama Budisatrio Djiwandono disebut-sebut berpotensi mengisi kursi menteri, Angga Raka Prabowo dikaitkan dengan posisi Menteri Komunikasi dan Digital, sedangkan ekonom senior Juda Agung disebut sebagai kandidat kuat Wakil Menteri Keuangan.
Budisatrio membantah spekulasi tersebut. Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu menegaskan dirinya tetap menjalankan tugas di parlemen.
“Saya masih fokus di Komisi I. Tidak tahu kenapa bisa muncul isu seperti itu,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.
Berbeda dengan Budisatrio, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mengonfirmasi bahwa Juda Agung memang masuk dalam bursa calon Wakil Menteri Keuangan. Hal ini seiring terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
“Juda salah satu kandidat terkuat,” ujar Purbaya.
Juda Agung sendiri dikenal sebagai ekonom kawakan dan bankir sentral yang saat ini menjabat Deputi Gubernur BI. Ia memiliki rekam jejak panjang di Bank Indonesia serta pengalaman internasional di IMF, dengan keahlian di bidang kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.
Sepanjang 2025, Presiden Prabowo telah empat kali melakukan perombakan kabinet, mencakup menteri, wakil menteri, hingga pimpinan lembaga negara. Jika isu reshuffle kali ini benar terjadi, maka langkah tersebut akan menandai perombakan kelima dalam Kabinet Merah Putih.
Hingga kini, Istana belum memberikan pernyataan resmi. Namun dinamika politik dan evaluasi kinerja kabinet terus menjadi sorotan publik, seiring ekspektasi terhadap penyegaran pemerintahan di tahun kedua kepemimpinan Presiden Prabowo.








