JEPARA, Kaifanews – Jepara kembali bersiap menyajikan drama besar. Stadion Gelora Bumi Kartini akan menjadi saksi duel sarat tekanan saat Persijap Jepara menjamu Dewa United dalam laga pamungkas putaran pertama BRI Super League 2025/2026 pada Senin (12/1/2026) malam nanti.
Bagi tuan rumah, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertaruhan harga diri dan peluang keluar dari kubangan krisis. Laskar Kalinyamat datang dengan beban berat. Rentetan sebelas laga tanpa kemenangan membuat Persijap terdampar di dasar klasemen dengan koleksi sembilan poin dari 16 pertandingan.
Di hadapan pendukung sendiri, mereka tak punya ruang untuk kembali terpeleset. Kemenangan menjadi satu-satunya jalan agar asa bangkit tetap menyala menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim.
Namun lawan yang dihadapi bukan sembarang tim. Dewa United membawa lini serang yang dikenal mematikan, terutama dari sektor sayap. Duet Taisei Marukawa dan Egy Maulana Vikri menjadi poros utama ancaman. Marukawa sudah mengoleksi tujuh gol dan sembilan assist, sementara Egy menambah enam gol dan lima assist. Total kontribusi 13 gol dan 14 assist dari keduanya menjadi alarm bahaya bagi pertahanan Persijap.
Pelatih Persijap Divaldo Alves mengakui laga ini menuntut kecermatan ekstra. Ia menyebut fleksibilitas taktik dan disiplin sebagai kunci meredam kekuatan sayap lawan. Selain Marukawa dan Egy, Dewa United juga masih memiliki nama-nama berpengalaman seperti Privat Mbarga hingga Stefano Lilipaly yang bisa muncul sebagai pembeda.
Kabar baik bagi Persijap, tribune kembali hidup. Usai sanksi Komdis PSSI berakhir, suporter dipastikan bisa kembali memadati stadion. Kehadiran pemain ke-12 ini diharapkan mampu menyuntikkan energi baru bagi Rosalvo dan rekan-rekannya untuk mengangkat mental bertanding.
Di balik tekanan hasil, manajemen Persijap juga sudah menatap ke depan. Setelah mendatangkan Borja Herrera dan Aly Ndom, dua tambahan lagi, satu pemain lokal berpengalaman dan satu pemain asing disebut bakal menyusul untuk memperkuat tim di putaran kedua. Pertandingan melawan Dewa United pun menjadi semacam tolok ukur sejauh mana fondasi yang ada masih bisa diandalkan.
Sementara itu, Dewa United datang dengan posisi yang juga belum aman. Runner-up musim lalu ini masih tertahan di peringkat 14, meski jaraknya dengan zona merah lebih longgar dibanding Persijap. Pelatih Jan Olde Riekerink menegaskan timnya membidik kemenangan, tetapi menekankan pentingnya performa solid lebih dulu agar hasil bisa mengikuti.
“Target kami adalah meraih hasil kemenangan. Tidak hanya berbicara tentang tiga poin saja, tapi pertama kami harus bermain bagus dulu,” jelas pelatih asal Belanda itu.
Meski begitu, Winger mereka asal negeri Samurai, Taisei Marukawa menilai kedalaman tim Dewa United cukup untuk menutup celah yang ditinggalkan pemain yang absen.
“Kami datang tidak sepenuhnya lengkap. Kambuaya harus absen karena akumulasi kartu kuning, sedangkan Rafael Struick juga menepi akibat kartu merah di laga sebelumnya. Tapi itu bukan masalah karena kami semua siap untuk merebut poin,” tegasnya.
Malam ini, Jepara akan menjadi panggung dua kepentingan yang berseberangan. Persijap berjuang memutus rantai hasil buruk dan keluar dari dasar klasemen, sementara Dewa United ingin menutup putaran pertama dengan langkah positif.








