BATANG — Bangunan lama milik SDN Proyonanggan 3 di Kecamatan Batang roboh usai diguyur hujan deras pada Kamis (4/12). Reruntuhan gedung yang kondisinya memang sudah uzur itu menghantam dua rumah penduduk yang berada tepat di belakang sekolah. Satu warga dilaporkan mengalami luka cukup serius akibat tertimpa material bangunan.
Insiden terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, hanya beberapa saat setelah para siswa dipulangkan lebih awal karena cuaca buruk. Kejadian ini membuat pihak sekolah bersyukur tidak ada murid yang menjadi korban.
Kepala SDN Proyonanggan 3, Esti Yuni Partiwi, mengungkapkan bahwa suara keras mirip gemuruh terdengar dari arah bangunan lama tidak lama setelah hujan mereda. Saat itu ia dan sejumlah guru masih berada di ruang administrasi.
“Anak-anak sudah pulang sekitar jam sepuluh. Tiba-tiba terdengar suara seperti tembok runtuh. Kami langsung keluar dan melihat bangunan gudang lama sudah ambruk,” ujarnya.
Ruang yang runtuh tersebut dulunya merupakan kelas sebelum sekolah mengalami penggabungan pada 2013. Bangunan itu telah lama dikosongkan dan direncanakan untuk dijadikan musala. Berdasarkan penuturan warga dan alumni, usia bangunan diperkirakan sudah mencapai puluhan tahun, bahkan diduga berasal dari era Sekolah Rakyat 1950–1960-an.
Esti menjelaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah mengajukan proposal rehabilitasi dan pembangunan musala sejak tahun sebelumnya. Informasi terakhir, rencana pembangunan baru akan direalisasikan pada 2026. “Melihat kondisinya sekarang, kami berharap bisa dipercepat,” jelasnya.
Kerusakan akibat ambruknya bangunan cukup signifikan. Tembok dan atap gedung tua itu merusak kamar tidur dan dapur milik dua rumah warga yang berdempetan dengan tembok belakang sekolah.
Salah satu penghuni rumah bernama Yudi menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Ia tengah memasak di dapur saat material bangunan mendadak menghantamnya. Yudi mengalami luka di kepala dan kaki. Warga bersama pihak sekolah segera mengevakuasinya dan membawanya ke puskesmas untuk mendapat perawatan. Korban kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.
Tidak lama setelah kejadian, pihak sekolah menghubungi pemerintah kelurahan dan BPBD Batang. Petugas gabungan datang melakukan pengecekan kondisi bangunan serta membersihkan reruntuhan yang berpotensi membahayakan.
“Pak Lurah sudah datang, kemudian Linmas dan BPBD juga melakukan pendataan,” kata Esti.
Walaupun salah satu bagian gedung rusak total, kegiatan belajar mengajar dipastikan tetap berlangsung. Sekolah akan mengatur ulang penggunaan ruang kelas, menutup area yang terdampak, serta memasang pembatas demi keselamatan siswa.
“Prioritas kami adalah memastikan anak-anak belajar dengan aman. Besok kami koordinasikan pemagaran lokasi bersama komite dan BPBD,” tutupnya. (Mr)








