KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan ketersediaan solar untuk wilayahnya berada dalam kondisi aman. Otoritas setempat memastikan pasokan mencukupi kebutuhan harian masyarakat, bahkan stok tahunan masih jauh dari batas kritis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepastian itu disampaikan Plh Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Djati Solechah, bersama Kabid Fasilitas Perdagangan Sonhaji, usai melakukan pemantauan langsung di sejumlah SPBU, Rabu, 19 November 2025. Dari pengecekan di lapangan, Kudus tidak mengalami kendala distribusi meski sempat muncul antrean panjang di beberapa titik jalur pantura.

Antrean tersebut, kata mereka, dipicu truk-truk besar dari luar daerah yang mencari solar di wilayah Pati–Kudus akibat stok di provinsi lain menipis. Dalam kondisi itu, sebagian SPBU di pantura sempat mengurangi batas pembelian dari Rp500 ribu menjadi Rp300 ribu untuk pemerataan. Kini seluruh SPBU kembali melayani sesuai batas normal.

Sonhaji menambahkan, suplai dari pihak pemasok tetap berjalan tanpa hambatan. Sebagai gambaran, Kudus menerima kuota 79.851.000 liter solar sepanjang 2025, dengan realisasi penyaluran hingga akhir Oktober mencapai 69.243.661 liter, menyisakan 10.607.339 liter. Selama tiga bulan terakhir, penyaluran tertinggi terjadi pada Oktober dengan 69.735.396 liter, disusul September (60.867.583 liter) dan Agustus (52.056.565 liter).

Pantauan di SPBU kawasan Ngembal, Jalan Lingkar Kudus, menunjukkan situasi sudah terkendali. Truk tronton kembali bisa mengisi hingga Rp500 ribu, tanpa antrean berlarut seperti sebelumnya. “Sekarang lebih tenang. Distribusi barang tidak terganggu lagi,” ujar Suparno, salah satu sopir yang ditemui usai mengisi solar.

Dengan kondisi suplai yang stabil, Pemkab Kudus memastikan tidak ada sinyal kelangkaan hingga akhir tahun. SPBU di kawasan perkotaan disebut berada dalam posisi aman karena tidak lagi menerima limpahan kendaraan bersumbu dari luar daerah. (Mr)