KUDUS, Kaifanews — Musim hujan dengan cuaca yang tidak menentu kerap menjadi pemicu menurunnya daya tahan tubuh. Berbagai penyakit seperti flu, batuk, hingga gangguan pencernaan pun lebih mudah menyerang jika imunitas tidak terjaga dengan baik.
Dokter Umum Klinik Pratama Muhammadiyah Asy-Syifa’ Kudus, dr. Lia Laras Wati, membagikan sejumlah tips sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan selama musim hujan. Menurutnya, kunci utama tetap terletak pada kestabilan imunitas tubuh.
“Kalau kita bicara menjaga kesehatan di musim hujan, yang paling utama itu memastikan imunitas tubuh kita tetap bagus,” ujar dr. Lia saat ditemui pada Senin (26/1/2026).

Ia menekankan bahwa pola makan menjadi fondasi utama dalam menjaga daya tahan tubuh. Tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang agar mampu melawan berbagai penyakit.
“Makanan sehat itu tidak harus mahal. Yang penting gizinya tercukupi,” jelasnya.
dr. Lia menyebut, konsep gizi seimbang sebenarnya sederhana, yakni mencukupi unsur nasi, lauk, sayur, dan buah. Menu sehari-hari seperti nasi dengan telur, ikan seadanya, sayur bayam, serta buah sederhana seperti pisang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
“Tidak perlu makanan yang wow. Yang penting gizinya lengkap. Saya sering bilang ke pasien, jangan merasa harus beli yang mahal,” katanya.
Selain asupan makanan, konsumsi air putih juga menjadi perhatian penting yang kerap disepelekan masyarakat. Menurutnya, banyak orang mengaku sudah minum banyak air, namun tidak mengetahui takaran yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.
“Kalau ditanya minum sudah banyak belum, rata-rata jawabannya sudah. Tapi ‘banyak’ itu harus ditakar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan air putih ideal bagi orang dewasa berkisar antara 2 hingga 3 liter per hari. Namun, tidak sedikit orang yang hanya minum sekitar 300 hingga 600 mililiter dan sudah merasa kembung.
“Itu sebenarnya kurang. Dengan cuaca seperti sekarang yang sering hujan, asupan nutrisi dan cairan justru harus lebih diperhatikan,” tambahnya.
Terkait konsumsi vitamin dan suplemen, dr. Lia menegaskan bahwa vitamin bukanlah kebutuhan utama yang wajib dikonsumsi setiap hari. Vitamin berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti pola hidup sehat.
“Vitamin itu bukan hal pokok. Semua vitamin pada dasarnya bagus, tapi sifatnya hanya pendukung,” jelasnya.
Menurutnya, jika asupan makanan dan air putih sudah tercukupi dengan baik, tubuh akan lebih optimal dalam menjaga imunitas, bahkan tanpa tambahan suplemen.
“Kalau makan kurang, minum juga kurang, lalu hanya mengandalkan vitamin, ya tetap tidak maksimal,” tegasnya.
dr. Lia pun mengingatkan masyarakat agar kembali pada prinsip dasar hidup sehat, yakni menjaga pola makan seimbang, mencukupi kebutuhan cairan, dan tidak bergantung sepenuhnya pada obat-obatan atau suplemen.
“Yang paling utama tetap asupan makanan dan minum air putih yang cukup. Itu kunci menjaga kesehatan, terutama di musim hujan,” pungkasnya.








