KUDUS, Kaifanews — Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di SD Muhammadiyah 1 Kudus tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan semata. Di tengah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Karesidenan Pati, sekolah tersebut menggelar doa bersama sebagai wujud kepedulian dan empati terhadap warga terdampak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (17/1/2025) pagi itu diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Selain mendengarkan ceramah keagamaan, para siswa diajak untuk mendoakan keselamatan masyarakat Kudus agar segera terbebas dari musibah banjir.

PIC Keagamaan dan Sosial SD Muhammadiyah 1 Kudus, Abdul Kholiq, menjelaskan bahwa peringatan Isra Mikraj sengaja dikemas dengan pendekatan edukatif dan sosial agar mudah dipahami oleh anak-anak sejak dini.

“Kegiatan hari ini bertujuan memperkenalkan kepada anak-anak tentang hari-hari besar keagamaan Islam. Harapannya, mereka tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga memahami makna dan nilai penting dari peringatan tersebut,” ujarnya.

Menurut Kholiq, selain aspek keagamaan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian sosial siswa. Hal itu sejalan dengan kondisi Kudus yang dalam beberapa pekan terakhir dilanda bencana banjir.

“Karena di minggu-minggu ini Kudus sedang mengalami bencana banjir, maka kami juga mengadakan doa bersama. Anak-anak kami ajak untuk mendoakan keselamatan saudara-saudara kita yang terdampak, agar diberi ketabahan dan kekuatan atas musibah yang terjadi,” tuturnya.

Tak berhenti pada doa, SD Muhammadiyah 1 Kudus juga menggerakkan aksi nyata berupa penggalangan infak bencana. Dari hasil infak tersebut, pihak sekolah menyalurkan bantuan berupa bingkisan ke sejumlah lokasi terdampak banjir.

“Setelah kegiatan, anak-anak kami imbau untuk berinfak. Selanjutnya kami menyalurkan bingkisan ke beberapa wilayah terdampak,” jelas Abdul Kholiq.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya tumbuh sebagai pribadi yang religius, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli dan memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar.

“Dengan kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai empati dan kepedulian sejak dini, agar anak-anak terbiasa membantu sesama ketika ada musibah,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu siswi kelas IV Umar, Ailani Qatrunnada, mengaku mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat bersama teman-temannya. Ia mengatakan bahwa peringatan Isra Mikraj kali ini terasa berbeda karena diiringi dengan doa bersama untuk korban banjir.

“Tadi mendengarkan ceramah tentang Isra Mikraj, lalu kami doa bersama supaya banjir cepat selesai. Semoga orang-orang yang terkena banjir bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujarnya polos.