SEMARANG, Kaifanews — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menatap optimistis sektor pertanian pada 2026. Produksi padi di wilayah ini diperkirakan mengalami kenaikan signifikan, yakni sekitar 5,5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyebutkan bahwa sepanjang 2025 produksi padi Jawa Tengah tercatat mencapai 11,36 juta ton gabah kering panen (GKP) atau setara 9,38 juta ton gabah kering giling (GKG). Dengan tren positif tersebut, pemerintah daerah menargetkan produksi padi pada 2026 bisa menembus angka 12 juta ton GKP.

“Target tahun depan kami pasang cukup tinggi. Jika tercapai, posisi Jawa Tengah bisa melampaui provinsi sentra padi lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur,” ujar Fransisco usai mengikuti kegiatan Panen Raya Nasional dan pengumuman swasembada pangan bersama Presiden Prabowo Subiyanto secara daring di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (7/1/2026).

Ia menegaskan, Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Selama ini, kontribusi provinsi tersebut terhadap kebutuhan pangan nasional berada di kisaran 15 hingga 16 persen.

“Kontribusi kita cukup besar. Bahkan bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Tak hanya padi, surplus pangan di Jawa Tengah juga terjadi pada sejumlah komoditas utama lainnya. Dari sembilan komoditas indikator pangan nasional, hampir seluruhnya mencatatkan surplus, kecuali kedelai. Komoditas yang mengalami surplus antara lain jagung, cabai, bawang, tebu, kelapa, kopi, dan kakao.

Meski belum surplus, produksi kedelai Jawa Tengah tetap menjadi yang tertinggi secara nasional. Menurut Fransisco, kedelai memiliki karakter budidaya yang lebih rumit karena membutuhkan kondisi air yang seimbang, tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan.

“Untuk petani yang belum berpengalaman, pendampingan tetap harus dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Berbagai langkah ditempuh, mulai dari penguatan infrastruktur pertanian, dukungan anggaran melalui APBD, hingga penguatan kelembagaan petani.

“Kami ingin kesejahteraan petani meningkat dan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau. Ketahanan pangan hanya bisa terwujud lewat kerja sama semua pihak,” tegas Taj Yasin.