Kaifanews – BENCANA alam seperti banjir, longsor, gempa bumi, atau angin puting beliung tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi para korban. Rasa takut, cemas, sedih, hingga trauma sering muncul setelah mengalami peristiwa bencana. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental menjadi hal yang sama pentingnya dengan pemulihan fisik dan ekonomi.
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membantu korban bencana menjaga kesehatan mental dan perlahan bangkit dari kondisi traumatis.
1. Akui dan Terima Emosi yang Muncul
Perasaan takut, marah, sedih, atau bingung setelah bencana adalah reaksi yang wajar. Jangan memaksakan diri untuk selalu terlihat kuat. Mengakui emosi yang dirasakan justru menjadi langkah awal proses pemulihan mental.
2. Tetap Terhubung dengan Orang Lain
Berada di tengah keluarga, teman, atau sesama penyintas dapat memberikan rasa aman dan dukungan emosional. Berbagi cerita dan pengalaman membantu mengurangi beban pikiran serta mencegah perasaan terisolasi.
3. Jaga Rutinitas Harian
Meski dalam kondisi darurat, upayakan untuk tetap memiliki rutinitas sederhana, seperti waktu makan, istirahat, ibadah, atau aktivitas ringan. Rutinitas membantu menciptakan rasa stabil dan mengembalikan kendali diri.
4. Batasi Paparan Informasi Negatif
Paparan berita bencana secara berlebihan dapat meningkatkan kecemasan. Pilih sumber informasi yang terpercaya dan batasi waktu mengakses berita agar tidak memicu stres berlebih.
5. Lakukan Aktivitas Relaksasi
Teknik sederhana seperti menarik napas dalam, berdoa, meditasi, atau mendengarkan musik yang menenangkan dapat membantu meredakan ketegangan. Aktivitas fisik ringan juga efektif untuk mengurangi stres.
6. Perhatikan Kebutuhan Dasar
Kesehatan mental sangat berkaitan dengan kondisi fisik. Pastikan kebutuhan dasar seperti makan, minum, dan tidur tercukupi. Tubuh yang lelah dan kurang nutrisi akan membuat pikiran lebih rentan terhadap stres.
7. Libatkan Diri dalam Kegiatan Positif
Ikut serta dalam kegiatan gotong royong, membantu sesama korban, atau aktivitas sosial lainnya dapat menumbuhkan rasa berguna dan harapan. Kegiatan ini juga membantu mengalihkan pikiran dari trauma.
8. Beri Perhatian Khusus pada Anak dan Lansia
Anak-anak dan lansia termasuk kelompok rentan secara psikologis. Dengarkan keluhan mereka, beri penjelasan sederhana yang menenangkan, dan pastikan mereka merasa aman serta diperhatikan.
9. Jangan Ragu Mencari Bantuan Profesional
Jika perasaan cemas, takut, atau sedih berkepanjangan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, segera cari bantuan tenaga profesional seperti psikolog, konselor, atau tenaga kesehatan jiwa yang biasanya tersedia di posko bencana.
10. Tanamkan Harapan dan Pikiran Positif
Pemulihan membutuhkan waktu. Fokus pada hal-hal kecil yang bisa dilakukan hari ini dan tanamkan keyakinan bahwa kondisi akan membaik seiring waktu.
Pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembali rumah dan infrastruktur, tetapi juga memulihkan kondisi mental para penyintas. Dengan dukungan lingkungan sekitar, perhatian dari pemerintah, serta kesadaran untuk menjaga kesehatan mental, korban bencana dapat bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih kuat dan berdaya.








