SUMATRA – Rentetan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat selama sepekan terakhir menggambarkan betapa rapuhnya kehidupan di daerah yang dikepung perbukitan dan aliran sungai besar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Korban Tewas Berjumlah 442 Orang

“Berdasarkan data sementara, total korban meninggal dunia mencapai 442 jiwa, dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam konferensi pers di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, (30/11).

Tragedi banjir Tiga Provinsi menjadikan kejadian ini sebagai salah satu tragedi terbesar dalam satu dekade terakhir.

Di Aceh Barat, misalnya, lumpur setinggi pinggang masih menutup sejumlah rumah. Bau tanah basah bercampur serpihan kayu menjadi pemandangan sehari-hari para relawan. Di Sumatera Utara, tim SAR harus bekerja dengan alat berat karena tebalnya material longsoran yang menutup jalan desa. Sementara di Sumatera Barat, gelombang tinggi dan banjir bandang menghancurkan perkampungan dan fasilitas umum.

Para pengungsi kini menempati bangunan sekolah, balai desa, hingga tenda-tenda darurat. Banyak dari mereka masih shock dan belum sepenuhnya memahami kehilangan besar yang harus mereka hadapi.

Siti Rahma, seorang ibu dua anak dari Aceh Barat, menceritakan bagaimana air bah datang dalam hitungan detik. “Suara gemuruhnya tidak bisa saya lupakan. Kami hanya punya waktu lari. Rumah sudah tak ada,” ujarnya.

Pemerintah daerah di tiga provinsi telah memperpanjang status tanggap darurat. Bantuan logistik, tenaga medis, dan relawan terus mengalir, tetapi tantangan terbesar tetap pada pencarian korban hilang—yang semakin kritis seiring berjalannya waktu.

Pemerintah Kirim 11 Helikopter

Setelah tahap percepatan distribusi logistik, pemerintah akan berlanjut ke penanganan keselamatan jiwa, kesehatan, dan kebutuhan mendesak pengungsi, termasuk layanan trauma healing dan pemulihan infrastruktur dasar. Pemerintah pusat telah mengirim sebelas helikopter dari Jakarta untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor di bagian utara Sumatera.

“Sampai dengan hari ini, pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya Teddy dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 29 November 2025. (IND)