Kudus, Kaifanews.com – Momen unik dan penuh canda terjadi dalam acara Anniversary ke-9 DPC Lindu Aji Kolocokro Kudus. Saat penyerahan hadiah utama doorprize, suasana berubah riuh ketika salah satu anggota yang beruntung, Sofyan, diminta melakukan push up terlebih dahulu sebelum membawa pulang hadiah utamanya berupa satu unit sepeda listrik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sofyan, yang merupakan anggota Lindu Aji Kolocokro PK Gebog, tampak bersemangat menuruti instruksi Ketua DPC Lindu Aji Kolocokro Kudus, Suhadi. Dengan disaksikan seluruh peserta yang hadir, ia harus melakukan push up sebanyak 10 kali—namun dengan hitungan lambat dan penuh semangat.

 

 

“Karena yang mendapat hadiah utama adalah anggota sendiri, maka harus push up 10 kali dulu baru boleh bawa hadiahnya,” ujar Suhadi sambil tersenyum, disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari sesama anggota.

Momen tersebut menjadi hiburan tersendiri di tengah acara penuh kebersamaan dan kekeluargaan yang digelar di Kudus. Tak hanya mempererat solidaritas antaranggota, suasana ringan seperti ini juga menjadi simbol disiplin dan semangat juang yang selama ini dipegang teguh oleh organisasi Lindu Aji.

Usai menyelesaikan push up-nya, Sofyan pun menerima sepeda listrik dengan wajah sumringah. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan yang mendalam.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur dan senang sekali bisa mendapatkan hadiah utama. Terima kasih kepada Ketua DPC Lindu Aji Kolocokro Kudus atas segala bimbingan dan komandonya untuk kebesaran Ormas Lindu Aji Kolocokro Kudus,” tutur Sofyan penuh semangat.

Sofyan juga menyampaikan harapannya agar Lindu Aji Kolocokro Kudus semakin maju dan dicintai masyarakat.

“Harapan saya, di usia yang ke-9 ini, semua anggota bisa lebih kompak, solid, rukun, tambah jaya, dan selalu dicintai masyarakat,” pungkasnya.

Kemeriahan acara Anniversary ke-9 DPC Lindu Aji Kolocokro Kudus ini menunjukkan bahwa kekuatan sebuah organisasi bukan hanya pada jumlah anggotanya, melainkan juga pada rasa kebersamaan, loyalitas, dan semangat saling mendukung antar  (Kiq)