Kaifanews – Pemerataan akses internet di Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya program Internet Rakyat (IRA). Layanan ini dirancang sebagai solusi konektivitas murah dan cepat bagi masyarakat luas, khususnya pelajar, UMKM, hingga warga di daerah terpencil dan 3T. Mengandalkan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) berbasis Open RAN, Internet Rakyat menawarkan kemudahan akses tanpa infrastruktur kabel optik, sehingga diharapkan mampu mempercepat transformasi digital nasional dengan biaya yang lebih terjangkau.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Internet Rakyat (IRA) adalah program layanan WiFi murah berbasis 5G FWA (Fixed Wireless Access) menggunakan teknologi Open RAN, menawarkan internet cepat (hingga 100 Mbps) dan unlimited dengan harga terjangkau (sekitar Rp100.000/bulan) untuk meratakan akses digital di Indonesia, menyasar rumah tangga, pelajar, UMKM, dan daerah 3T, dengan pendaftaran awal via situs resmi.

  • Fitur Utama Teknologi:
    5G Fixed Wireless Access (FWA) dengan Open RAN di frekuensi 1.4 GHz, tanpa kabel optik.
  • Harga: Sekitar Rp100.000 per bulan untuk paket 100 Mbps. Kecepatan & Kuota: Hingga 100 Mbps, unlimited (dengan FUP wajar).
  • Target Sasaran:
  1. Masyarakat umum,
  2. Pelajar,
  3. Mahasiswa,
  4. UMKM,
  5. daerah pelosok.

Cara Daftar (Pra-Registrasi)

  • Kunjungi situs resmi: internetrakyat.id.
  • Pilih paket (Rp100rb/30 hari) dan isi data diri.
  • Verifikasi nomor WhatsApp. Isi data lokasi lengkap dan tandai di peta.
  • Setujui syarat & ketentuan, lalu selesaikan registrasi.

Keunggulan Jangkauan Luas:
Memanfaatkan BTS 5G, lebih cepat dipasang di area yang sulit kabel. Murah & Cepat: Paket kompetitif dibanding WiFi konvensional. Pemerataan Digital: Menjembatani kesenjangan akses internet.

Status Tahap Awal: Pra-registrasi dibuka untuk wilayah Jawa, Maluku, Papua, dimulai akhir 2025, dengan aktivasi dijadwalkan Januari 2026.

Dengan tarif sekitar Rp100.000 per bulan, kecepatan hingga 100 Mbps, dan kuota unlimited, Internet Rakyat menjadi alternatif menarik di tengah mahalnya layanan internet konvensional. Program yang kini memasuki tahap pra-registrasi ini tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga pada misi sosial untuk menjembatani kesenjangan digital antarwilayah.

Jika berjalan sesuai rencana dan menjangkau lebih banyak daerah, Internet Rakyat berpotensi menjadi fondasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan, ekonomi digital, dan konektivitas masyarakat Indonesia ke depan.