KUDUS, Kaifanews — Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menegaskan perannya sebagai pencetak sumber daya manusia unggul melalui gelaran Wisuda ke-76 Periode I Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung di auditorium kampus ini digelar selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 6–7 Mei 2026, dengan mengusung tema “Kampus Unggul, Lulusan Berdampak di Masyarakat.”

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebanyak 864 wisudawan mengikuti prosesi pengukuhan, terdiri dari 862 lulusan periode ini serta dua lulusan periode sebelumnya. Sementara itu, dua lulusan lainnya belum dapat mengikuti wisuda karena tengah menunaikan ibadah haji.

Wakil Rektor I Bidang Akademik UMK, Endang Dewi Murrinie, dalam laporannya merinci pelaksanaan wisuda hari pertama yang diikuti 424 lulusan. Mereka berasal dari Program Pascasarjana sebanyak 138 orang, Fakultas Teknik 218 orang, serta Fakultas Psikologi 68 orang.

“Secara keseluruhan, wisuda kali ini diikuti 864 peserta, termasuk dua lulusan dari periode sebelumnya, sementara dua lainnya berhalangan hadir karena menjalankan ibadah haji,” ujarnya.

Momentum wisuda ini tidak sekadar seremoni akademik. Rektor UMK, Darsono, menegaskan bahwa kelulusan merupakan bagian dari proses transformasi menuju insan yang siap memberi dampak nyata di masyarakat.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti transformasi UMK menjadi kampus unggul. Kami membekali lulusan tidak hanya dengan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter agar mampu menjadi solusi di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini UMK telah melahirkan 40.022 alumni dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari diploma hingga program profesi guru.

Dukungan terhadap kiprah UMK juga datang dari Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Aisyah Endah Palupi. Ia mengapresiasi kontribusi UMK dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Jawa Tengah.

“Kami sangat mengapresiasi peran UMK sebagai mitra strategis. Di era disrupsi, lulusan harus terus beradaptasi dengan teknologi dan tidak berhenti belajar, terutama dalam mengasah soft skills,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengajak para lulusan untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah dengan membawa inovasi yang relevan.

“Lulusan UMK harus menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial. Saya mengajak para wisudawan untuk berkolaborasi membangun Kabupaten Kudus dengan inovasi segar sesuai semangat ‘lulusan berdampak’,” ujarnya.

Di balik kemeriahan prosesi, sejumlah capaian akademik membanggakan turut menghiasi wisuda hari pertama. Tiga lulusan program magister berhasil meraih IPK sempurna 4,00 dengan predikat cumlaude, yakni Atiqa Yuanita Ana Budiasih dari Ilmu Hukum, Sri Utaminingsih dari Pendidikan Dasar, dan Rosiana dari Pendidikan Bahasa Inggris.

Dari jenjang sarjana, prestasi juga ditorehkan Ananda Nuril Wahyuni dari Teknik Informatika dengan IPK 3,97 serta Azmi Luthfia dari Psikologi dengan IPK 3,96.

Dengan capaian tersebut, UMK menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga tangguh, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. (*)