KUDUS, Kaifanews — Momen perpisahan siswa kelas XII di SMK NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus dikemas tak biasa. Dalam gelaran Muwadaah ke-XIX, sekolah menghadirkan konsep yang lebih segar dengan memadukan unsur tradisi, seni, hingga karya kreatif siswa.
Tak hanya menjadi seremoni pelepasan, kegiatan ini justru menjelma menjadi panggung ekspresi. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah fashion show busana karya siswa yang ditampilkan penuh percaya diri di atas panggung.
Sebanyak 80 siswa terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga pelaku utama dalam menampilkan hasil karya selama menempuh pendidikan di sekolah.
Kepala SMK NU Hasyim Asy’ari 2 Kudus, Sely Hidayati, menegaskan bahwa konsep Muwadaah tahun ini memang dirancang berbeda agar lebih bermakna dan memberi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kompetensinya.
“Tidak hanya seremonial, kami ingin anak-anak benar-benar tampil dengan karya terbaiknya. Ini menjadi bukti proses belajar mereka selama di sekolah,” ujarnya pada Senin 4 Mei 2026.
Di atas catwalk, para siswa memperagakan busana dengan desain yang beragam, mulai dari konsep modern hingga sentuhan etnik. Penampilan mereka tak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan keberanian serta kreativitas yang dimiliki.
“Melalui fashion show ini, kami ingin menunjukkan bahwa siswa punya potensi besar dan mampu menghasilkan karya yang layak dipublikasikan,” paparnya.
Selain peragaan busana, sorotan lain datang dari pemutaran video produksi QTAA Production, tim kreatif dari jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Video tersebut menampilkan hasil garapan siswa dengan konsep sinematik yang matang, mulai dari proses pengambilan gambar hingga penyuntingan.
“Semua proses dikerjakan oleh siswa sendiri. Ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya menguasai bidang teknis, tetapi juga mampu berkembang di industri kreatif digital,” jelasnya.
Rangkaian acara sendiri diawali dengan kirab siswa sebagai simbol perjalanan menuju fase baru kehidupan. Suasana kemudian semakin khidmat dengan tahlil dan lantunan sholawat, sebelum dilanjutkan berbagai penampilan seni serta sambutan dari siswa, wali murid, hingga pihak yayasan.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang hadir. Ia menilai inovasi yang ditampilkan menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sely berharap pengalaman tampil dan berkarya ini dapat menjadi bekal penting bagi para siswa saat melangkah ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
“Kami ingin mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga percaya diri menunjukkan hasil karyanya di hadapan publik,” tandasnya. (*)








