KUDUS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca untuk wilayah Kabupaten Kudus. Berdasarkan data terbaru, cuaca di Kota Kretek pada Selasa, 12 Mei 2026, akan mengalami hujan petir. Kondisi ekstrem ini diprediksi terjadi pada sore hari di hampir seluruh wilayah kecamatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Suhu udara di wilayah Kabupaten Kudus besok diperkirakan berada pada rentang 24 hingga 33 derajat Celsius. Suhu udara akan terasa sangat panas dan gerah pada tengah hari sebelum hujan turun. Kondisi panas ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif di langit Kudus.

Tingkat kelembapan udara diprediksi berkisar antara 60 persen hingga mencapai 95 persen. Kelembapan yang tinggi tersebut sering kali menjadi indikator akan terjadinya hujan dengan intensitas lebat. Warga sebaiknya memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat sampah.

Pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, langit Kudus terpantau akan cerah berawan secara merata. Angin bertiup cukup kencang dari arah timur laut dengan kecepatan hingga 20 kilometer per jam. Kondisi ini masih cukup aman bagi warga yang ingin memulai rutinitas harian.

Memasuki siang hari, cuaca berubah menjadi berawan tebal di atas wilayah Pegunungan Muria dan sekitarnya. Suhu udara yang menyentuh angka 33 derajat Celsius akan membuat suasana terasa sangat menyengat. Hindari paparan sinar matahari secara langsung untuk mencegah dampak buruk pada kesehatan kulit.

Pada sore hari pukul 16.00 WIB, hujan disertai petir diprediksi mulai mengguyur pusat kota Kudus. Wilayah seperti Kecamatan Jati, Mejobo, dan Kaliwungu harus lebih waspada terhadap potensi genangan air. Petir yang cukup aktif diperkirakan akan muncul selama durasi hujan berlangsung.

Hujan tersebut diprediksi mulai mereda saat memasuki waktu malam hari sekitar pukul 19.00 WIB. Kondisi cuaca akan berubah kembali menjadi berawan tebal dengan suhu udara yang cukup sejuk. Udara malam akan terasa lebih segar setelah suhu udara turun pasca guyuran hujan.

Pihak BMKG terus memperbarui data radar cuaca setiap tiga jam untuk memberikan informasi akurat. Dinamika cuaca di wilayah Jawa Tengah bagian timur memang sedang mengalami ketidakstabilan atmosfer. Warga dapat memantau pergerakan awan hujan secara langsung melalui aplikasi resmi BMKG. (*)