KUDUS, Kaifanews — Pemerintah Kabupaten Kudus menyambut positif Program Insersi Pendidikan Perkoperasian yang diluncurkan di Jawa Tengah sebagai daerah percontohan pertama di Indonesia.
Program tersebut diluncurkan pada 5 Juni 2026 oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin, serta Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono. Program ini bertujuan menanamkan pemahaman mengenai nilai, prinsip, dan praktik koperasi kepada peserta didik sejak dini sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.
Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop UKM) Kabupaten Kudus M. Rais Anwari mengatakan, pihaknya mendukung penuh implementasi program tersebut di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, pendidikan koperasi menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan konsep ekonomi gotong royong kepada generasi muda sekaligus membangun karakter yang selaras dengan nilai-nilai koperasi.
“Pemerintah Kabupaten Kudus menyambut baik rencana insersi pendidikan perkoperasian pada jenjang SD, SMP hingga SMA. Melalui pendidikan koperasi ini diharapkan peserta didik memahami prinsip dasar koperasi,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu 10 Juni 2026.
Selain memberikan pengetahuan dasar mengenai koperasi, program tersebut juga diharapkan mampu menanamkan berbagai nilai positif kepada peserta didik sejak usia sekolah.
“Ini juga menjadi upaya menanamkan semangat gotong royong, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kewirausahaan sejak dini,” katanya.
Rais menilai pendidikan koperasi tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk teori di ruang kelas. Menurutnya, peserta didik perlu mendapatkan pengalaman praktik sederhana yang disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan masing-masing.
“Pendidikan koperasi perlu dikenalkan tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui praktik sederhana yang disesuaikan dengan jenjang peserta didik,” paparnya.
Ia berharap melalui program tersebut akan tumbuh generasi muda yang lebih memahami peran koperasi dalam pembangunan ekonomi sekaligus memiliki jiwa kolaboratif dan kewirausahaan yang kuat.
“Dengan Jawa Tengah ditunjuk sebagai pilot project nasional, implementasi pendidikan perkoperasian di sekolah diharapkan menjadi langkah awal membangun budaya berkoperasi yang lebih kuat di kalangan generasi muda Indonesia, termasuk di Kabupaten Kudus,” tandasnya. (*)








