Kaifanews.com – Umat Islam di seluruh dunia kembali menyambut kedatangan 1 Muharram yang menandai dimulainya siklus Tahun Baru Hijriah. Momen pergantian tahun ini bukan sekadar perubahan angka pada kalender, melainkan sebuah ruang refleksi spiritual yang mendalam bagi kaum muslimin.
Kalender Hijriah sendiri pertama kali resmi digunakan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA. Penetapan awal penanggalan ini didasarkan pada momentum hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah menuju Madinah.
Peristiwa besar tersebut mengajarkan nilai perjuangan, pengorbanan, kesabaran, serta keteguhan hati dalam mempertahankan keimanan. Oleh karena itu, para ulama memaknai datangnya 1 Muharram sebagai titik awal untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah) sekaligus memperbaiki kualitas ibadah.
Tujuh Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam
Bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah SWT karena menyimpan banyak keberkahan dan catatan sejarah para nabi. Berikut adalah rincian tujuh keutamaan bulan Muharram yang penting untuk dipahami oleh umat muslim:
1. Termasuk Salah Satu Bulan Haram
Muharram merupakan satu dari empat bulan suci (Asyhurul Hurum) yang sangat dimuliakan di dalam ajaran Islam. Keistimewaan ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36.
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At‑Taubah: 36)
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa empat bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
2. Dijuluki Sebagai “Bulan Allah” (Syahrullah)
Muharram mendapatkan kehormatan khusus dengan sebutan Syahrullah atau Bulan Allah. Penyandaran kata “Allah” secara langsung pada nama bulan ini menunjukkan derajat kemuliaan yang luar biasa tinggi. Dalam sebuah hadis riwayat An-Nasai, Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai bulan yang paling utama.
3. Bulan yang Paling Utama Setelah Ramadan
Mayoritas ulama sepakat bahwa Muharram adalah bulan yang paling mulia di antara keempat bulan haram yang ada. Berdasarkan hadis riwayat Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah puasa di bulan Muharram.
4. Bulan Penting bagi Sejarah Para Nabi
Bulan ini menjadi saksi bisu terjadinya berbagai peristiwa besar dan penyelamatan para utusan Allah SWT dari masa ke masa. Beberapa peristiwa bersejarah tersebut di antaranya:
Nabi Adam AS: Diterima tobatnya oleh Allah SWT setelah diturunkan ke Bumi.
Nabi Nuh AS: Berhasil berlabuh dan turun dari kapal pascabencana banjir bandang.
Nabi Ibrahim AS: Diselamatkan oleh Allah SWT dari kobaran api Raja Namrud.
Nabi Musa AS: Diselamatkan dari kejaran Firaun setelah Allah SWT menyibak Laut Merah.
Nabi Yunus AS: Berhasil keluar dengan selamat dari dalam perut ikan Nun.
5. Terdapat Hari Asyura (10 Muharram)
Di dalam bulan ini terdapat satu hari yang sangat sakral bagi umat Islam, yaitu Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram. Hari ini disebut oleh Rasulullah SAW sebagai salah satu dari hari-hari Allah yang penuh dengan pertolongan kepada hamba-Nya yang beriman. Umat Islam sangat dianjurkan untuk menunaikan ibadah puasa sunah pada hari tersebut.
6. Penganugerahan Pahala yang Dilipatgandakan
Setiap muslim yang memperbanyak amal saleh, sedekah, dan ibadah di bulan Muharram akan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Kemuliaan waktu ini menjadikan setiap amalan baik bernilai jauh lebih besar di sisi Allah SWT dibandingkan bulan-bulan biasa.
7. Konsekuensi Dosa yang Jauh Lebih Berat
Di samping pelipatan pahala, Kitab Tafsir Ibnu Katsir mengingatkan bahwa perbuatan maksiat dan dosa yang dilakukan pada bulan haram juga akan mendapatkan sanksi yang dilipatgandakan. Hal ini menjadi pengingat tegas bagi umat Islam untuk lebih berhati-hati dalam menjaga lisan, sikap, dan perbuatan.
Melalui pemahaman mendalam terhadap makna dan keutamaan Muharram, umat Islam diharapkan dapat memanfaatkan momentum pergantian tahun ini secara optimal. Peningkatan kualitas akhlak dan konsistensi dalam beribadah menjadi kunci utama untuk meraih keberkahan di sepanjang tahun yang baru. (*)








