KUDUS, Kaifanews — Program Jembatanisasi yang digagas TNI terus berjalan di Kabupaten Kudus. Hingga pertengahan tahun 2026, empat jembatan telah dan sedang dibangun untuk memperkuat konektivitas antarwilayah desa, termasuk Jembatan Garuda di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, yang telah dinantikan masyarakat selama lebih dari dua dekade.
Pembangunan Jembatan Garuda saat ini terus dikebut oleh personel TNI bersama warga setempat. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat saat melintasi Sungai Logung.
Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie menjelaskan, sepanjang semester pertama tahun 2026 program Jembatanisasi telah menghasilkan dua jembatan yang selesai dibangun, yakni Jembatan Armco di Desa Pedawang dan jembatan gantung di Desa Ngembalrejo.
“Untuk semester pertama ini ada empat jembatan. Dua sudah selesai dan dua lainnya masih dalam proses pengerjaan, salah satunya Jembatan Garuda di Tanjungrejo,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis 11 Juni 2026.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda akan memangkas jarak tempuh warga yang selama ini harus memutar untuk mencapai wilayah di seberang Sungai Logung. Meski sungai tersebut tidak terlalu dalam, arus yang cukup deras kerap membahayakan masyarakat yang nekat menyeberang.
Tak hanya memiliki nilai fungsional, jembatan tersebut juga menyimpan nilai sejarah bagi warga setempat. Berdasarkan cerita masyarakat, kawasan di seberang sungai merupakan lokasi permukiman awal warga Desa Tanjungrejo sebelum akhirnya berkembang ke wilayah yang lebih rendah.
Jembatan dengan panjang sekitar 14 meter dan lebar 3,5 meter itu dibangun oleh tujuh hingga sepuluh personel TNI yang dibantu belasan warga. Proses pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.
Dandim mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur desa. Terlebih, usulan pembangunan jembatan tersebut telah disampaikan warga sejak sekitar 20 tahun lalu.
“Ini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat yang sudah lama diusulkan. Alhamdulillah tahun ini bisa direalisasikan sehingga nantinya dapat dimanfaatkan bersama,” katanya.
Melalui program tersebut, akses menuju lahan pertanian, kawasan permukiman, hingga pusat-pusat aktivitas ekonomi diharapkan semakin mudah dan aman.
“Semoga dengan kehadiran jembatan baru ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus meningkatkan mobilitas masyarakat di wilayah pedesaan,” tandasnya. (*)








