KUDUS, Kaifanews — Sebanyak 66 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus resmi menempati posisi baru setelah dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus itu turut dihadiri Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton, Senin 15 Juni 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Perombakan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memperkuat kinerja birokrasi sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi di tengah tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Sam’ani menegaskan bahwa perpindahan dan promosi jabatan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari strategi organisasi untuk menciptakan birokrasi yang sehat, profesional, dan mampu bergerak lebih cepat menjawab kebutuhan masyarakat.

“Selamat kepada seluruh pejabat yang hari ini dilantik. Mutasi dan promosi jabatan adalah bagian dari kebutuhan organisasi untuk menciptakan birokrasi yang sehat sekaligus memberikan ruang pengembangan bagi aparatur agar semakin kompeten dan profesional dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Menurutnya, rotasi jabatan juga menjadi sarana bagi aparatur sipil negara untuk memperluas pengalaman dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Dengan pengalaman yang lebih beragam, para pejabat diharapkan mampu menghadirkan solusi yang lebih efektif bagi masyarakat.

Rotasi Besar di Pemkab Kudus, 66 Pejabat Dapat Tugas Baru 
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melantik dan mengambil sumpah jabatan 66 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Kudus di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus. Dok. Istimewa

Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang baru, memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing, serta menunjukkan kinerja terbaik sejak hari pertama bertugas.

“Penempatan pada jabatan yang baru merupakan bagian dari pengkayaan talenta. Kami berharap seluruh pejabat dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru, memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta menunjukkan kinerja terbaik untuk kemajuan Kabupaten Kudus,” katanya.

Sam’ani juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Integritas, loyalitas, dan dedikasi menjadi nilai penting yang harus terus dijaga oleh seluruh aparatur pemerintah.

Di tengah dinamika pembangunan daerah dan tantangan ekonomi yang terus berubah, ia meminta jajaran pejabat untuk tetap mengutamakan pelayanan publik yang berkualitas serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

“Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Tunjukkan integritas, loyalitas, dan dedikasi dalam bekerja. Di tengah dinamika ekonomi dan perkembangan yang terus berlangsung, saya minta seluruh jajaran tetap mengedepankan pelayanan publik yang optimal serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sam’ani menilai keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya program maupun anggaran yang tersedia. Peran aparatur yang responsif, adaptif, dan inovatif menjadi faktor penting dalam menghadirkan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami ingin birokrasi di Kabupaten Kudus semakin responsif, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Karena itu, setiap pejabat harus mampu menjadi teladan, bekerja secara kolaboratif, serta menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” tandasnya. (*)