KUDUS, Kaifanews — Perolehan 59 medali Kabupaten Kudus pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026 datang dari 17 cabang olahraga. Selain menghasilkan 13 emas, kontingen Kudus juga membawa pulang 14 perak dan 32 perunggu.
Dari seluruh cabor yang tampil, gulat menjadi penyumbang medali terbanyak dengan 12 keping. Rinciannya dua perak dan 10 perunggu.
Di bawahnya ada tinju dengan 11 medali. Cabor tersebut menyumbangkan satu emas, dua perak dan delapan perunggu.
Sementara itu, tenis meja menjadi cabor dengan sumbangan emas paling banyak. Lima dari tujuh medali yang diraih tenis meja merupakan emas, ditambah satu perak dan satu perunggu.
Capaian emas juga datang dari atletik dengan dua emas, dua emas dari bulutangkis, serta dua emas dari pencak silat. Wushu turut menyumbangkan satu emas.
Pada kelompok perak, tenis lapangan menjadi salah satu cabor yang paling menonjol dengan tiga medali. Bulutangkis dan gulat masing-masing mengoleksi dua perak, sedangkan atletik, tenis meja, panjat tebing, tinju, taekwondo dan senam masing-masing menyumbangkan satu perak.
Sejumlah cabor lainnya turut mengisi perolehan medali Kudus melalui raihan perunggu. Angkat besi menyumbangkan tiga perunggu, sedangkan tenis lapangan menghasilkan dua perunggu.
Bola voli indoor, sepak bola, renang, judo dan panahan masing-masing menyumbangkan satu medali perunggu.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho melalui Kepala Bidang Olahraga Disdikpora Kudus, Widhoro Heriyanto, menilai sebaran medali tersebut menjadi gambaran hasil pembinaan atlet pelajar di berbagai cabang.
Menurutnya, capaian setiap cabor perlu dilihat secara menyeluruh. Tidak hanya dari jumlah emas yang didapat, tetapi juga dari perkembangan atlet serta nomor pertandingan yang diikuti.
“Yang menjadi perhatian kami tentu bagaimana hasil ini bisa menjadi evaluasi pembinaan. Setiap cabor punya karakter dan perkembangan masing-masing, sehingga capaian di POPDA ini akan kami jadikan bahan untuk melihat apa yang perlu ditingkatkan,” ujar Widhoro saat dikonfirmasi pada Kamis 10 September 2026.
Ia berharap atlet yang sudah meraih medali dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasinya. Sementara atlet yang belum mendapatkan hasil maksimal tetap mendapat kesempatan untuk berkembang melalui program pembinaan berikutnya.
“Harapannya, prestasi ini tidak berhenti di POPDA saja. Anak-anak terus berlatih dan berkembang, sehingga ke depan bisa memberikan prestasi yang lebih baik untuk Kudus,” tandasnya.









