KUDUS, Kaifanews — Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengajak para siswa membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir untuk mencegah penyebaran penyakit. Kebiasaan sederhana tersebut perlu diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah, agar tumbuh menjadi bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat.
Pesan itu disampaikan dalam Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia 2026 di SMP 1 Kaliwungu, Kudus, Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran anak sekolah mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan sejak dini.
Bellinda menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Kesehatan, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Kebiasaan sehari-hari yang terlihat sederhana justru memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari risiko penyakit.
“Menjaga kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, salah satunya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan ini perlu kita tanamkan sejak dini agar anak-anak terbiasa menjaga kebersihan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Bellinda dalam sambutannya.
Ia mengingatkan, tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas dari kuman. Berbagai aktivitas, termasuk menyentuh benda di lingkungan sekolah, dapat membuat tangan terpapar kotoran maupun mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan penyakit.
“Jangan menganggap tangan yang terlihat bersih berarti sudah bebas dari kuman. Setelah beraktivitas, kita perlu membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” pesannya kepada para siswa.
Cuci Tangan Jangan Hanya Saat Tangan Terlihat Kotor
Bellinda menekankan, mencuci tangan perlu dilakukan pada waktu-waktu penting, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas, dan ketika tangan kotor.
Menurutnya, kebiasaan tersebut akan lebih efektif apabila dilakukan dengan kesadaran sendiri, bukan hanya karena diingatkan guru atau orang tua.
“Biasakan mencuci tangan pakai sabun sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas, dan setiap kali tangan kotor. Jangan menunggu diingatkan orang lain. Kalau sudah menjadi kebiasaan, kita akan melakukannya dengan kesadaran sendiri,” tuturnya.
Ia juga mengajak siswa saling mengingatkan agar kebiasaan hidup bersih dapat diterapkan bersama. Lingkungan sekolah menjadi tempat penting untuk membangun perilaku sehat karena anak-anak menjalani banyak aktivitas dan berinteraksi dengan teman setiap hari.
Bellinda berharap siswa tidak hanya memahami manfaat mencuci tangan, tetapi juga menerapkannya secara rutin.
“Kalian bisa saling mengingatkan teman. Kalau ada yang lupa mencuci tangan sebelum makan, ingatkan dengan cara yang baik. Kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus akan menjadi bagian dari gaya hidup kita,” katanya.
Bellinda dan Endhah Dorong Sekolah Jadi Pelopor Hidup Sehat
Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris turut menjadi narasumber dalam peringatan tersebut. Pesan utama kegiatan menekankan bahwa pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat membutuhkan dukungan bersama, mulai dari sekolah, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.
Pembiasaan mencuci tangan tidak cukup hanya melalui imbauan pada kegiatan peringatan. Anak-anak membutuhkan contoh nyata dari orang dewasa agar memahami bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Bellinda menegaskan pentingnya keteladanan di lingkungan pendidikan maupun keluarga.
“Anak-anak perlu melihat contoh nyata dari orang-orang di sekitarnya. Ketika guru dan orang tua membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, anak-anak akan lebih mudah mengikuti dan menerapkannya,” ujarnya.
Selain keteladanan, edukasi berkelanjutan juga diperlukan agar pemahaman mengenai kesehatan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Sekolah dan keluarga perlu terus mengingatkan pentingnya mencuci tangan serta membangun rutinitas yang mudah diterapkan siswa.
Ketersediaan fasilitas juga menjadi perhatian. Bellinda menyebut pembiasaan mencuci tangan perlu didukung sarana yang memadai, termasuk tempat cuci tangan, sabun, dan air mengalir.
“Edukasi harus terus dilakukan dan kebiasaan ini perlu diterapkan secara konsisten. Sarana cuci tangan dengan sabun dan air mengalir juga harus tersedia agar anak-anak dapat mempraktikkannya dengan mudah,” tegasnya.
Cuci Tangan Jadi Budaya, Bukan Sekadar Seremoni
Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia di SMP 1 Kaliwungu diharapkan menjadi pengingat bahwa perilaku hidup bersih dan sehat perlu diterapkan sepanjang waktu.
Bellinda berharap kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dapat tumbuh menjadi budaya di lingkungan sekolah, rumah, dan masyarakat. Dengan demikian, pesan kesehatan tidak hanya disampaikan saat peringatan tertentu, tetapi benar-benar menjadi bagian dari rutinitas anak-anak.
“Kita ingin kebiasaan mencuci tangan pakai sabun ini bukan hanya dilakukan saat ada kegiatan atau peringatan. Harapannya, anak-anak terbiasa melakukannya setiap hari, di sekolah maupun di rumah,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu modal penting bagi anak-anak untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan.
“Melalui kebiasaan sederhana ini, mari kita bangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Anak-anak juga bisa menjadi pelopor perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing,” pesannya.
Melalui sinergi pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia 2026 diharapkan mendukung terwujudnya Kudus Sehat: sejahtera, harmoni, dan takwa, sekaligus mempersiapkan generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (*)









