KUDUS, Kaifanews – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) tahun ajaran 2025/2026 tak hanya menjadi ajang pengabdian mahasiswa, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Selama tiga pekan pelaksanaan, ratusan mahasiswa terlibat langsung menggerakkan sektor kesehatan, UMKM, hingga pemberdayaan sosial, yang puncaknya ditampilkan dalam Expo KKN.
Sebanyak 555 mahasiswa resmi mengakhiri masa KKN pada Rabu (7/1/2026), setelah diterjunkan di 32 desa yang tersebar di Kecamatan Bae, Dawe, Gebog, dan Kaliwungu. Penutupan digelar di Crystal Building Kampus 1, ditandai dengan pelepasan rompi dan topi.
Wakil Rektor III UMKU, Rizka Himawan, menyampaikan bahwa KKN menjadi ruang belajar kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami persoalan dan potensi desa secara langsung.
“Meski hanya tiga minggu, KKN memberi pengalaman panjang bagi mahasiswa dalam menggali, mengolah, dan memaksimalkan potensi desa,” ujarnya.
Manfaat KKN dirasakan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan DKK Kudus, Ahmad Muhammad, mengapresiasi kontribusi mahasiswa UMKU di bidang kesehatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan warga hingga inovasi makanan bergizi untuk pencegahan stunting.
“Mahasiswa ikut menggerakkan kesadaran kesehatan di masyarakat. Ini kontribusi yang sangat membantu,” katanya.

Di sektor ekonomi, mahasiswa juga dinilai berhasil mendorong pelaku UMKM desa untuk lebih adaptif terhadap teknologi. Kepala Bidang Koperasi Disnakerperinkop-UKM Kudus, Muh Faiz Anwari, menyebut mahasiswa aktif membantu promosi digital hingga pembuatan website usaha.
“Kehadiran mahasiswa memberi suntikan ide dan inovasi bagi UMKM desa,” ungkapnya.
Kontribusi serupa juga disampaikan Kesbangpol Kudus. Menurut Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama, Iin Vestriaswari, KKN ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga nilai sosial dan kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian KKN, Expo Kuliah Kerja Nyata di Crystal Building turut meramaikan suasana. Expo ini menjadi etalase hasil pengabdian mahasiswa, menampilkan beragam produk olahan khas desa seperti puding kelor, sempol ikan nila, minuman immune booster, hingga olahan buah alpukat.
Expo ini disambut antusias tamu undangan, dosen, dan sivitas akademika. Produk-produk yang dipamerkan laris diburu, sekaligus membuktikan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sarana nyata mendorong potensi desa agar memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan.






