Kaifanews — Pemeliharaan sejumlah ruas jalan strategis di Jawa Tengah terus dilakukan sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dua ruas jalan yang menjadi prioritas penanganan yakni jalur Parakan–Patean serta jalur Wonosobo–Dieng. Kedua ruas tersebut dinilai memiliki peran penting karena menghubungkan pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus akses menuju kawasan wisata unggulan.

Ruas Parakan–Patean menghubungkan wilayah Kabupaten Temanggung dengan Kabupaten Kendal yang selama ini menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian dan mobilitas masyarakat. Sementara ruas Wonosobo–Dieng menjadi akses vital menuju kawasan wisata dataran tinggi Dieng yang setiap tahun ramai dikunjungi wisatawan.

Pemeliharaan jalan dilakukan melalui paket preservasi berupa pelapisan ulang (overlay) dua lapis serta pengerasan bahu jalan guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Secara rinci, penanganan Jalan Parakan–Patean dilakukan sepanjang 4 kilometer dengan anggaran sekitar Rp15,29 miliar. Sedangkan pemeliharaan Jalan Wonosobo–Dieng mencakup panjang 3,925 kilometer dengan nilai pekerjaan Rp9,75 miliar. Proyek tersebut dikerjakan mulai Juli hingga Desember 2025.

Perawatan jalan menjadi bagian dari upaya menjaga kemantapan jaringan jalan provinsi yang totalnya mencapai lebih dari 2.440 kilometer di Jawa Tengah. Infrastruktur jalan yang baik dinilai sebagai layanan dasar masyarakat karena mendukung mobilitas, keselamatan lalu lintas, serta mempercepat distribusi barang dan jasa.

Selain memperlancar aktivitas ekonomi, pemeliharaan ruas jalan juga membuka peluang terbentuknya pusat pertumbuhan baru di daerah. Akses transportasi yang lebih baik memungkinkan petani, pelaku UMKM, hingga sektor pariwisata berkembang lebih optimal.

Kepala Desa Ngadirejo, Muhammad Abdillah Al Kafi, menyampaikan bahwa perbaikan jalan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas warga di sepanjang jalur Parakan–Patean.

“Perbaikan jalan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Mobilitas warga menjadi lebih lancar dan aktivitas ekonomi sehari-hari ikut terbantu,” ujarnya pada Senin (23/2/2026).

Menurutnya, jalur tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju pusat kota Temanggung maupun wilayah Kabupaten Kendal. Kelancaran arus transportasi diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi petani yang melakukan distribusi hasil panen.

“Harapannya pembangunan jalan bisa terus berlanjut di titik lainnya agar manfaat pembangunan dapat dirasakan merata,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan bahwa pemeliharaan jalan provinsi menjadi langkah antisipatif menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kondisi jalan yang mantap diharapkan mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan memperlancar pergerakan masyarakat selama periode mobilitas tinggi.

“Dengan konektivitas yang semakin baik, pemerintah berharap infrastruktur jalan tidak hanya menjadi sarana transportasi semata, tetapi juga penggerak utama ekonomi daerah serta penguat sektor pariwisata Jawa Tengah,” tandasnya.