KUDUS, Kaifanews — Sebanyak 1.999 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus dipastikan siap berangkat pada musim haji 2026. Mereka akan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan melalui embarkasi Solo.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelaksana Tugas (Plt) Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, Masruroch, menyampaikan bahwa seluruh jemaah yang masuk dalam daftar keberangkatan merupakan mereka yang telah melunasi biaya haji.

“Pada intinya yang berangkat adalah jemaah yang sudah melakukan pelunasan,” ujarnya saat ditemui pada Selasa 14 April 2026.

Selain itu, terdapat empat Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) yang turut menyelenggarakan manasik secara mandiri untuk mendukung kesiapan jemaah.

“Keberangkatan jemaah haji Kudus tetap mengacu pada kebijakan pusat, termasuk pembagian kloter dan sistem pemberangkatan yang berlaku secara nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut manasik haji bagi calon jemaah akan digelar ini murni dilaksanakan di gedung Jam’iyyatul Hujjan Kudus (JHK) Jl. AKBP Agil Kusumadya R. Kusumadya, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus pada 21 hingga 23 April 2026.

1.999 Calhaj Kudus Siap Berangkat, Terbagi 5 Kloter
Plt Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kudus, Masruroch, saat memberikan keterangan terkait kesiapan 1.999 calon jemaah haji asal Kudus. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Sebanyak 51 calon jemaah haji asal Kabupaten Kudus masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) pada musim haji 2026. Namun dari jumlah tersebut, baru 21 orang yang telah melunasi biaya haji.

Pihaknya mengimbau calon jemaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan dan saat berada di Tanah Suci, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Masruroch, mengingatkan pentingnya kesiapan fisik selama menjalankan ibadah haji.

“Kesehatan adalah yang utama karena di sana membutuhkan kondisi fisik yang kuat,” katanya.

Ia juga mengimbau jemaah untuk rutin menggunakan masker, menjaga asupan cairan agar tidak dehidrasi, serta mempersiapkan mental menghadapi situasi padat dan antrean panjang selama ibadah.

“Semua harus banyak bersabar, karena di sana pasti ramai dan penuh antrean,” ucapnya.

Selain itu, jemaah juga diminta memperbanyak doa dan istigfar agar diberi kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Banyak berdoa dan istigfar agar diberikan kemudahan dan keselamatan,” tandasnya. (*)