KUDUS, Kaifanews – Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kabupaten Kudus menggelar Musyawarah Kerja Perdana Pengurus Masa Khidmat 2026-2031 pada Jum’at, 01 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Poroliman Kudus, satu bulan pasca pelantikan pengurus pada 1 April 2026.
Musyawarah kerja ini menjadi forum awal bagi kepengurusan baru untuk merumuskan program kerja strategis selama lima tahun ke depan. Rangkaian Musker Perdana dibuka pukul 13.00 WIB dengan registrasi yang dikoordinir Sie Kesekretariatan dan PH. Acara dilanjutkan pembukaan oleh Ibu Siti Rosidah, S.Pd.AUD, M.Pd., Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh Ibu Dra. Maslikhah, kemudian Tahlil dan do’a yang dipimpin Bapak Drs. KH. A. Saerozi.
Selanjutnya, Ketua Badko LPQ Kudus, Bapak Wafik Chairi, SE., M.Pd., menyampaikan sambutan arahan. Ia menegaskan pentingnya kemandirian organisasi. “Alhamdulillah untuk laporan pertanggungjawaban mengajar dari para guru TPQ dalam pelaporan berkas TKGS ke Dinas Pendidikan, BADKO LPQ paling awal di antaranya forum lain,” tegasnya.

Memasuki agenda inti, Sidang Pleno I tentang Pengarahan Penyusunan Program Kerja dipandu Bapak Ali Imron, S.Ag., M.Pd. dan Bapak Wafik Chairi, S.E., M.Pd. Dilanjutkan Sidang Komisi dengan penyampaian Proker dari lima bidang, yaitu Bidang Penelitian dan Pengembangan, Bidang Organisasi, Hukum, dan Advokasi, Bidang Pendidikan dan Pembinaan, Bidang Humas dan Kerjasama Luar, serta Bidang Usaha.
Hasil pembahasan kelima bidang tersebut dipaparkan dalam Sidang Pleno II oleh masing-masing Koordinator dan Sekretaris Bidang. Puncak musyawarah berlangsung dalam Sidang Pleno III untuk pengambilan keputusan, dipimpin langsung oleh Ketua Badko LPQ, Bapak Wafik Chairi, SE., M.Pd. Seluruh rangkaian Musker Perdana ditutup pukul 16.30 WIB oleh Sekretaris Badko LPQ Kudus, Bapak Ali Imron, S.Ag., M.Pd.
Melalui musyawarah kerja ini, diharapkan lahir program-program strategis yang berdampak langsung terhadap penguatan kelembagaan LPQ/TPQ se-Kabupaten Kudus, peningkatan kesejahteraan guru, serta peningkatan mutu pendidikan santri. (*)






