KUDUS, Kaifanews – Tawa riuh pecah di pematang sawah samping PKBM Omah Dongeng Marwah (ODM) Rabu 06 Mei 2026 pagi. Usai kegiatan senam, anak-anak ODM mendapat pengalaman baru ala “Bolang”, yakni belajar langsung dari alam saat musim panen tebu berlangsung.
Melihat para pekerja sedang memanen, anak-anak langsung mendekat. Dengan polos mereka meminta izin mencicipi batang tebu segar. Momen itu seketika berubah jadi petualangan ala “Bolang” – bocah petualang. Ada yang penasaran langsung menggigit batangnya, ada pula yang malu-malu minta tolong pekerja mengupas kulitnya.
“Saya belum pernah ke sawah sebelumnya,” ucap salah satu siswa sambil menginjakkan kaki di tanah persawahan saat matanya berbinar memandangi hamparan tebu yang baru ditebang.
Belajar Ala Bolang, Anak PKBM Omah Dongeng Marwah Rasakan Manisnya Panen Tebu di Sawah
Kepala Sekolah Alam PKBM Omah Dongeng Marwah (ODM) Edy Supratno. Dokumentasi ODM.

Pertanyaan-pertanyaan khas anak pun bermunculan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
“Ini namanya apa?” tanya seorang siswa sambil menunjuk tebu yang sedang dinikmatinya.
Kepala PKBM Omah Dongeng Marwah, Bapak Edy Supratno, M.Hum. yang saat itu membersamai anak-anak dengan ramah menjelaskan, dari cara menanam hingga tebu siap dipanen dan diolah.
Di bawah sinar mentari pagi, anak-anak tidak hanya menikmati manisnya sari tebu. Mereka sekaligus menyerap vitamin D alami, berinteraksi dengan masyarakat, dan belajar bahwa kelas tidak selalu berbentuk empat dinding.
Belajar Ala Bolang, Anak PKBM Omah Dongeng Marwah Rasakan Manisnya Panen Tebu di Sawah
Suasana kegiatan alam PKBM Omah Dongeng Marwah di persawahan dengan tanaman tebu yang baru panen. Dokumentasi ODM

“Kegiatan spontan ini adalah bagian dari metode belajar ODM di mana dalam beberapa waktu tertentu, anak-anak kami libatkan berinteraksi dengan alam,” ujarnya.

“Dalam proses belajar selalu terbuka kesempatan untuk mendekatkan anak didik pada lingkungan dan masyarakat yang terlibat di dalamnya. Alam sekitar adalah sumber belajar yang sama bobotnya dengan buku pelajaran,” tambahnya.
Bagi anak-anak ODM, hari ini buku pelajarannya adalah batang tebu, gurunya adalah petani, dan papan tulisnya adalah hamparan sawah. Sebuah pengalaman manis yang tidak akan ditemukan di bangku kelas. (*)